Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Tips Memulai Investasi Emas dan Kripto Bersamaan

4 Tips Memulai Investasi Emas dan Kripto Bersamaan
ilustrasi emas (pixabay.com/hamiltonleen)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti pentingnya memahami perbedaan karakter antara emas dan kripto sebelum berinvestasi, karena keduanya memiliki risiko, volatilitas, serta faktor penggerak harga yang berbeda.
  • Ditekankan perlunya menentukan proporsi dana yang seimbang sesuai profil risiko agar portofolio tetap stabil meski pasar bergejolak, dengan contoh pembagian 60 persen emas dan 40 persen kripto.
  • Disarankan menerapkan strategi Dollar Cost Averaging serta rutin memantau perkembangan pasar untuk menyesuaikan strategi investasi agar tetap relevan dengan kondisi ekonomi terkini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Investasi kripto dan emas saat ini sudah semakin populer dijadikan sebagai pilihan diversifikasi untuk para investor, entah yang telah berpengalaman atau pemula. Kedua investasi tersebut sama-sama menawarkan potensi keuntungan yang berbeda, meski memang memiliki karakteristik risiko yang tidak sama.

Kripto dikenal karena volatilitasnya yang cukup tinggi dan potensi pertumbuhannya cepat, sementara emas dianggap lebih stabil dan kerap dijadikan sebagai aset lindung nilai. Jika kamu tertarik untuk menjalankan keduanya secara bersamaan, maka ada beberapa strategi cerdas berikut ini yang perlu dilakukan agar risikonya tetap bisa terkendali.

1. Pahami karakter masing-masing aset sebelum masuk

4 Tips Memulai Investasi Emas dan Kripto Bersamaan
ilustrasi kripto (unsplash.com/Kanchanara)

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah dengan mengenali perbedaan mendasar antara kripto dan emas, entah itu dari sisi pergerakan harga, likuiditas, hingga faktor eksternal yang mempengaruhinya. Kripto dianggap sangat sensitif terhadap sentimen pasar, regulasi, hingga adopsi teknologi. Sementara harga emas biasanya lebih dipengaruhi oleh inflasi dan ketidakstabilan ekonomi global.

Dengan berusaha memahami karakteristik ini, maka bisa menentukan tujuan dari masing-masing aset dalam portofolio, apakah sebagai alat pertumbuhan cepat atau pelindung nilai jangka panjang. Jangan samakan caramu berinvestasi di kripto dengan caramu mengelola emas, sebab keduanya memang memiliki pendekatan yang berbeda.

2. Tentukan proporsi dana yang seimbang dan masuk akal

4 Tips Memulai Investasi Emas dan Kripto Bersamaan
ilustrasi emas (pixabay.com/hamiltonleen)

Jangan tergoda untuk mengalokasikan terlalu banyak dana hanya pada salah satu instrumen, sebab ada berbagai faktor yang mempengaruhinya. Sebaiknya memang kamu dapat menentukan komposisi investasi yang dianggap seimbang dan sesuai dengan profil risiko, seperti misalnya 60 persen emas untuk tujuan stabilitas dan 40 persen kripto untuk pertumbuhan.

Strategi ini dianggap dapat membantumu untuk menjaga kestabilan portofolio ketika pasar sedang bergejolak, terutama pada saat kripto mengalami fluktuasi yang cukup tajam. Proporsi dapat disesuaikan seiring berjalannya waktu, tergantung pada kondisi pasar dan tujuan dari keuangan pribadi.

3. Gunakan strategi Dollar Cost Averaging untuk konsistensi

4 Tips Memulai Investasi Emas dan Kripto Bersamaan
ilustrasi emas (pexels.com/Robert Lens)

Baik kripto atau emas sebetulnya dapat dibeli secara berkala dengan menggunakan metode Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu membeli dalam jumlah yang tetap secara rutin tanpa terpengaruh oleh harga pasar. Strategi ini dianggap sangat berguna untuk meminimalisir dampak volatilitas, terutama untuk pasar kripto yang kondisinya tidak stabil.

Dengan DCA, maka kamu tidak perlu menebak kapan waktu terbaik untuk membeli sebab fokus utamanya hanya pada konsistensi dan jangka panjang. Ini juga bisa membantu pengelolaan keuangan lebih terstruktur karena kamu telah menetapkan nominal yang pasti setiap bulannya.

4. Pantau perkembangan dan sesuaikan strategi secara berkala

4 Tips Memulai Investasi Emas dan Kripto Bersamaan
ilustrasi kripto (unsplash.com/Kanchanara)

Kedua aset antara emas dan kripto bersifat dinamis, sehingga kamu harus terus memantau perkembangan pasar, entah itu dari segi harga atau kebijakan pemerintah yang mungkin dapat mempengaruhinya. Contohnya regulasi terhadap kripto atau suku bunga global ternyata bisa membawa dampak yang cukup signifikan terhadap performa aset-aset tersebut.

Evaluasi portofolio secara berkala setidaknya setiap 3 bulan bisa membantu untuk memastikan strategi investasi ini tetap relevan dengan situasi ekonomi terkini. Jika perlu, kamu bisa melakukan rebalancing untuk mengembalikan proporsi aset sesuai dengan tujuan keuangan awalmu.

Menggabungkan investasi kripto dan emas sebetulnya bisa menjadi langkah cerdas untuk mendediversifikasikan aset dan memaksimalkan peluang keuntungan. Namun, memang diperlukan pemahaman yang matang dan strategi yang tepat agar tidak sampai terjebak dalam risiko serius. Selalu belajar disiplin dan menemukan strategi yang tepat agar kedua aset investasi tersebut berjalan dengan seimbang!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More