Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Minyakita Sempat Langka di Bogor, Pasokan Kembali Stabil

Minyakita Sempat Langka di Bogor, Pasokan Kembali Stabil
Minyak goreng merek MinyaKita dijual Kopdes Pendrikan Lor Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Wali Kota Bogor memastikan pasokan minyak goreng subsidi Minyakita kembali stabil setelah sempat langka akibat lonjakan kebutuhan mendadak di wilayah kota.
  • Pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi Minyakita sebesar Rp15.700 per liter, dengan harga suplai dari Bulog ke pengecer Rp14.500 untuk menjaga kestabilan harga pasar.
  • Pengecer diwajibkan memasang spanduk harga resmi agar masyarakat mengetahui harga sesuai aturan, sementara pemantauan distribusi terus dilakukan untuk mencegah hambatan logistik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bogor, IDN Times Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memastikan distribusi minyak goreng subsidi Minyakita di wilayah Kota Bogor telah berangsur normal, setelah sempat mengalami kendala pasokan.

Berdasarkan pantauan hingga Sabtu, 25 April 2026, kelangkaan Minyakita yang terjadi beberapa waktu lalu dipicu lonjakan kebutuhan yang meningkat secara bersamaan, namun kini stok kembali tersedia berkat distribusi tambahan dari pemasok.

Meski sempat ada pergeseran stok, Pemerintah Kota Bogor menegaskan harga Minyakita di pasar pantau masih terjaga sesuai aturan Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Hari ini kondisinya mungkin sudah kembali normal karena adanya distribusi tambahan dari pemasok. Kelangkaan kemarin memang sempat terjadi karena kebutuhan yang meningkat bersamaan, tetapi monitor kami kelihatannya sudah stabil," ujar Dedie.

1. HET dipatok Rp15.700 per liter

Minyakita Sempat Langka di Bogor, Pasokan Kembali Stabil
ilustrasi uang rupiah (pexels.com/Ahsanjaya)

Sebelumnya, harga Minyakita sempat mengalami fluktuasi harga, namun pemerintah tetap mengacu pada skema harga ketat yang telah dikoordinasikan dengan Bulog.

Kepala Disperindag Kota Bogor, Rahmat Hidayat, sebelumnya telah menegaskan pengecer mendapatkan suplai dengan harga Rp14.500, sehingga harga jual ke masyarakat tidak boleh melampaui batas atas yang ditentukan.

"Jadi harga dari Bulog-nya itu 14.500, sementara dari pengecer ke konsumen maksimal 15.700 HET ya," jelas Rahmat, Senin, 20 April 2026.

2. Pedagang wajib pasang spanduk harga resmi

Minyakita Sempat Langka di Bogor, Pasokan Kembali Stabil
Ilustrasi pedagang minya goreng subsidi Minyakita.(Dok.Diskominfo Bantul)

Untuk memastikan masyarakat mendapatkan harga sesuai aturan di tengah masa normalisasi stok ini, setiap pengecer resmi memiliki kewajiban transparansi informasi. Pengecer diwajibkan memasang spanduk yang mencantumkan harga jual resmi, agar konsumen dapat memantau langsung dan terhindar dari spekulasi harga.

Hal ini menjadi instrumen pengawasan di lapangan bagi toko-toko yang menjadi rujukan inflasi daerah di Kota Bogor.

"Pengecer harus pasang spanduk bahwa menyediakan Minyakita dengan harga 15.700 agar masyarakat tahu harga resminya," kata Rahmat.

3. Distribusi Minyakita dipastikan normal kembali

Minyakita Sempat Langka di Bogor, Pasokan Kembali Stabil
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Sabtu (25/4/2026). (Istimewa)

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menekankan pemerintah terus melakukan pemantauan di beberapa titik distribusi utama, guna memastikan tidak ada lagi hambatan logistik. Kelangkaan Minyakita yang terjadi beberapa hari lalu bukan karena stok yang hilang secara permanen, melainkan murni pergeseran kebutuhan yang cukup drastis dalam satu waktu.

Dedie optimistis dalam waktu dekat, ketersediaan Minyakita di seluruh pedagang akan jauh lebih stabil dari sebelumnya.

"Hari ini kebijakan distribusi sudah normal, dan insya Allah besok akan jauh lebih normal lagi. Yang penting secara garis besar kondisinya bukan langka, melainkan hanya ada pergeseran kebutuhan," pungkas Dedie.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Related Articles

See More