Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tren Bisnis di Asia yang Mulai Banyak Ditiru di Indonesia

5 Tren Bisnis di Asia yang Mulai Banyak Ditiru di Indonesia
ilustrasi bisnis fnb (pexels.com/Sandro Sandrone Lazarini)
Intinya Sih
  • Pelaku usaha Indonesia mulai mengadaptasi berbagai tren bisnis populer dari negara Asia seperti China, Korea Selatan, Jepang, dan Thailand untuk menyesuaikan dengan perubahan gaya hidup konsumen lokal.
  • Tren yang berkembang meliputi live shopping, social commerce, coffee shop tematik, penggunaan AI, model subscription, serta produk wellness yang menonjolkan pengalaman dan efisiensi digital.
  • Inovasi berbasis teknologi dan kebiasaan konsumen menjadi pendorong utama transformasi bisnis di Indonesia, menuntut pelaku usaha agar lebih adaptif terhadap dinamika pasar regional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tren bisnis di Asia sering bergerak lebih cepat dibanding banyak negara lain, terutama karena pengaruh teknologi, perubahan gaya hidup, dan kebiasaan konsumen yang terus berkembang. Menariknya, beberapa model bisnis yang populer di negara seperti China, Korea Selatan, Jepang, hingga Thailand mulai banyak diadaptasi oleh pelaku usaha di Indonesia.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar Indonesia semakin terbuka terhadap inovasi bisnis dari luar negeri. Berikut lima tren bisnis di Asia yang mulai banyak ditiru di Indonesia.

1. Konsep live shopping dan social commerce ala China

ilustrasi konten daily vlog (pexels.com/pexels)
ilustrasi konten daily vlog (pexels.com/pexels)

Model belanja lewat siaran langsung sangat populer di China dan kini semakin berkembang di Indonesia. Konsumen tidak hanya melihat produk, tetapi juga bisa berinteraksi langsung, bertanya, hingga membeli secara real time melalui platform digital.

Tren ini berkembang seiring meningkatnya penggunaan media sosial dan kebiasaan belanja online masyarakat Asia Tenggara. Social commerce diprediksi terus menjadi salah satu motor pertumbuhan bisnis digital di kawasan Asia Pasifik.

2. Coffee shop dan lifestyle space ala Korea Selatan

ilustrasi coffe shop
ilustrasi coffe shop (pexels.com/Ksenia Chernaya)

Di Korea Selatan, coffee shop tidak hanya menjual kopi tetapi juga pengalaman, desain estetik, dan tempat berkumpul. Konsep seperti thematic café, ruang kerja nyaman, hingga tempat yang Instagramable kini semakin sering ditemukan di Indonesia.

Banyak bisnis F&B mulai fokus pada pengalaman pelanggan, bukan sekadar produk. Tren gaya hidup ini ikut mendorong perubahan konsep bisnis kuliner lokal.

3. Bisnis berbasis AI dan otomatisasi ala Asia Timur

ilustrasi kolaborasi dengan AI (pexels.com/matheus bertelli)
ilustrasi kolaborasi dengan AI (pexels.com/matheus bertelli)

Negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan semakin agresif menggunakan kecerdasan buatan untuk customer service, rekomendasi produk, hingga operasional bisnis. Di Indonesia, penggunaan AI mulai meningkat terutama untuk marketing, chatbot, dan efisiensi bisnis digital.

Pemanfaatan AI diperkirakan akan semakin dominan dalam beberapa tahun ke depan karena membantu bisnis bekerja lebih cepat dan hemat biaya.

4. Konsep bisnis berbasis membership dan subscription ala Jepang

ilustrasi nonton series
ilustrasi nonton series (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Di Jepang dan beberapa negara Asia Timur, model langganan sudah lama digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari makanan, produk rumah tangga, hingga layanan digital. Kini model serupa mulai banyak diterapkan di Indonesia.

Pelanggan dianggap lebih nyaman dengan sistem berlangganan karena terasa praktis dan memberi nilai tambahan. Di sisi lain, bisnis juga mendapat pemasukan yang lebih stabil.

5. Produk wellness dan healthy lifestyle ala Thailand serta Korea

ilustrasi layanan kesehatan (pexels.com/pexels)
ilustrasi layanan kesehatan (pexels.com/pexels)

Kesadaran terhadap kesehatan membuat bisnis berbasis wellness berkembang pesat di banyak negara Asia. Mulai dari makanan sehat, minuman rendah gula, skincare berbahan alami, hingga layanan kebugaran kini semakin populer di Indonesia.

Perubahan gaya hidup masyarakat mendorong peluang besar di sektor kesehatan dan wellness. Tren ini diprediksi terus tumbuh dalam jangka panjang.

Tren bisnis di Asia menunjukkan bahwa inovasi sering lahir dari perubahan kebiasaan konsumen dan pemanfaatan teknologi. Indonesia sendiri mulai banyak mengadopsi berbagai konsep bisnis dari negara lain, lalu menyesuaikannya dengan karakter pasar lokal.

Karena itu, pelaku usaha perlu lebih peka membaca tren regional agar tidak tertinggal perubahan pasar. Pada akhirnya, bisnis yang mampu beradaptasi dan mengambil inspirasi dengan tepat biasanya punya peluang lebih besar untuk berkembang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More