ilustrasi Poundsterling Inggris (pexels.com/Suzy Hazelwood)
Kewajiban mencantumkan informasi gaji sejak awal rekrutmen dinilai akan sangat menghemat waktu dan tenaga para pencari kerja. Pelamar tidak perlu lagi mengikuti proses seleksi yang panjang tanpa mengetahui standar gaji yang pantas untuk diterima.
"Apakah Anda seorang anak muda yang baru memulai karier atau orang tua yang berjuang menafkahi keluarga, Anda berhak mengetahui besaran upah suatu posisi sebelum menghabiskan waktu dan tenaga untuk melamarnya. Karena itulah kami akan menjadikannya kewajiban hukum bagi seluruh pemberi kerja untuk mencantumkan apa yang dibayarkan," kata Perdana Menteri Andy Burnham, dilansir Hindustan Times.
Menteri Perempuan dan Kesetaraan, Bridget Phillipson, menambahkan bahwa urusan gaji seharusnya tidak menjadi praktik tebak-tebakan. Kebiasaan merahasiakan gaji sering kali memaksa pelamar perempuan melakukan negosiasi tanpa mengetahui standar gaji yang pasti. Kondisi ini membuat perempuan berada pada posisi yang rentan dan berpotensi mendapatkan gaji lebih rendah dibandingkan pekerja laki-laki. Oleh karena itu, berbagai organisasi buruh mendesak perusahaan untuk berhenti menggunakan frasa yang membingungkan, seperti "gaji kompetitif", pada iklan lowongan kerja mereka.