Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
KCI Angkut 86,8 Juta Penumpang KRL Jabodetabek di Kuartal I-2026
Ilustrasi KRL Commuter Line Jabodetabek. (dok. KAI Commuter)
  • KAI Commuter mencatat 86,8 juta penumpang KRL Jabodetabek pada kuartal I-2026, naik 5,7 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
  • Kebijakan WFH ASN menyebabkan penurunan jumlah pengguna KRL hingga 20 persen di jam sibuk, terutama dari stasiun Bogor, Bekasi, dan Sudimara.
  • Jumlah penumpang Commuter Line Bandara Soetta dan Merak meningkat signifikan masing-masing 23,8 persen dan 11,7 persen selama kuartal I-2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - KAI Commuter atau KCI melaporkan selama kuartal I-2026, jumlah penumpang yang terangkut KRL Commuter Line Jabodetabek mencapai 86.865.947 orang. Angka tersebut meningkat 5,7 persen dibanding periode yang sama di 2025 sebanyak 82.114.334 pengguna.

“Rata-rata setiap hari kerja, hampir 1,1 juta masyarakat di berbagai kota mengandalkan Commuter Line untuk transportasi dan aktivitas hariannya,” kata Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda dikutip Jumat, (17/4/2026).

1. KCI sebut kebijakan WFH pemerintah bikin trafik penumpang turun

Stasiun KRL Kebayoran. (dok. KAI Commuter)

Menurut KCI, kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang ditetapkan pemerintah pada Aparatur Sipil Negara (ASN) berdampak pada penurunan jumlah penumpang KRL Jabodetabek.

Total tercatat sebanyak 1.041.319 pengguna Commuter Line Jabodetabek pada kebijakan WFH ASN pertama pada Jumat, (10/4) lalu. Pola persebaran pengguna Commuter Line Jabodetabek pada kebijakan WFH ASN ini terjadi pada pagi dan sore hari yang biasanya menjadi waktu mobilitas para ASN.

“Pada jam sibuk pagi hingga pukul 10.00 WIB Jumat ini, tercatat pengguna yang naik Commuter Line Jabodetabek sebanyak 300.180 orang. Angka tersebut menurun 20 persen dari Jumat sebelum kebijakan WFH ASN, atau sebanyak 376.186 orang,” ucap Karina.

2. Jumlah penumpang yang berangkat dari Bogor-Bekasi turun

Stasiun Bogor. (dok. KAI Commuter)

Dari pantauan stasiun keberangkatan seperti Stasiun Bogor, hingga pukul 10.00 WIB tadi, pengguna di hari kebijakan WFH ASN ini tercatat sebanyak 7.484 orang yang naik dari stasiun ini, atau turun sebesar 29,3 persen.

Sementara itu di Stasiun Bekasi mengalami penurunan sebesar 27,2 persen atau total sebanyak 16.825 orang. Sedangkan di Stasiun Keberangkatan Sudimara pada pagi ini tercatat penurunan volume pengguna sebesar 32,5 persen atau sebanyak 8.958 pengguna.

Meskipun terjadi penurunan volume pengguna dampak dari kebijakan WFH ASN, KAI Commuter tetap mengoperasikan perjalanan Commuter Line secara normal, yakni sebanyak 1.065 perjalanan per hari.

3. Jumlah penumpang Commuter Line Merak naik 23,8 persen

Stasiun Merak. (Dok. KAI Commuter)

KCI juga menyampaikan, selama kuartal I-2026, jumlah penumpang Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dan Merak naik. Pada Commuter Line atau Kereta Bandara Soetta, jumlah penumpangnya sebanyak 640.510 orang, atau meningkat 23,8 persen jika dibanding pada periode 2025 kemarin yaitu sebanyak 517.166 pengguna.

Selain itu, layanan Commuter Line Merak yang menghubungkan pengguna Commuter Line Jabodetabek dengan wilayah-wilayah di sekitar Serang dan Banten juga menunjukkan hal yang sama.

“Pada tTriwulan I tahun 2026 ini tercatat sebanyak 1.134.514 pengguna yang meningkat 11,7 persen jika dibanding periode yang sama di 2025, yaitu sebanyak 1.014.945 orang,” ujar Karina.

Editorial Team