KCIC Kecam Aksi Penumpang Tahan Pintu Whoosh di Stasiun Padalarang

- KCIC mengecam tindakan penumpang Whoosh di Stasiun Padalarang yang menahan pintu kereta hingga mengganggu sistem otomatis dan menyebabkan keterlambatan keberangkatan.
- Penumpang yang menahan pintu telah mendapat teguran langsung dari KCIC agar tidak mengulangi tindakan yang membahayakan keselamatan dan operasional kereta.
- KCIC mengingatkan penumpang untuk memeriksa barang bawaan sebelum naik, serta melapor ke petugas melalui sistem Lost and Found jika ada barang tertinggal.
Jakarta, IDN Times - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengecam tindakan penumpang Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Padalarang yang menahan pintu kereta.
Aksi penumpang itu viral di media sosial. Penumpang itu menahan pintu kereta yang sudah mulai menutup karena menyadari ada barang miliknya yang tertinggal di peron. Adapun aksi itu dilakukan pada Selasa, (7/4/2026) pukul 07.23 WIB.
1. Kereta terlambat berangkat

Tindakan tersebut menyebabkan sensor pada sistem buka tutup pintu otomatis di kereta terganggu.
Kejadian tersebut memicu keterlambatan perjalanan Whoosh, jadwal pemberangkatan yang seharusnya pada pukul 07.23 WIB baru dapat dilakukan pada pukul 07.25 WIB.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa mengatakan tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
“Kami mengecam tindakan penumpang yang menahan pintu kereta, karena selain melanggar aturan, tindakan tersebut juga sangat berpotensi merusak sarana serta berdampak merugikan ratusan penumpang lain akibat keterlambatan keberangkatan,” ujar Eva dikutip dari keterangan resmi.
Setiap rangkaian Whoosh dilengkapi dengan sistem pintu otomatis yang menjadi bagian penting dalam keamanan perjalanan.
Tindakan menahan pintu secara paksa menyebabkan sistem penutupan otomatis tidak berfungsi dan berpotensi menimbulkan risiko kerusakan sarana secara jangka panjang.
2. Penumpang mendapat teguran

Eva menjelaskan, penumpang yang bersangkutan telah diberikan teguran agar tidak mengulangi tindakan tersebut.
“KCIC berharap seluruh penumpang dapat mengikuti aturan dan arahan petugas serta tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri, mengganggu operasional, maupun merusak sarana Whoosh,” tutur Eva.
3. Barang yang tertinggal bisa dilaporkan ke petugas

KCIC telah menyiagakan petugas di peron dan di dalam kereta untuk memastikan seluruh penumpang telah berada di dalam Whoosh dengan aman sebelum pintu ditutup. Penumpang diharuskan selalu mematuhi arahan dari petugas untuk keselamatan perjalanan.
Seluruh penumpang wajib memperhatikan dan memeriksa kembali barang bawaan nya sebelum memasuki kereta karena seluruh bawang bawaan penumpang menjadi tanggung jawab pribadi.
Apabila terdapat barang yang tertinggal, penumpang dapat berkoordinasi dengan petugas di dalam kereta untuk dilakukan penanganan lebih lanjut melalui sistem Lost and Found milik KCIC.


















