Ilustrasi APBN (IDN Times/Arief Rahmat)
Meski demikian, Fitch tetap menyesuaikan outlook dari stabil menjadi negatif. Langkah tersebut diambil dengan sejumlah catatan terkait dinamika global dan berbagai risiko yang perlu diantisipasi .
Fitch juga mencatat outlook dapat kembali menjadi stabil apabila stabilitas makroekonomi tetap terjaga, melalui konsistensi disiplin kebijakan. Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan melanjutkan disiplin fiskal sesuai mandat undang-undang.
Kemenkeu menyebut sejumlah indikator menunjukkan perbaikan pada awal 2026. Setelah ekonomi tumbuh 5,39 persen pada triwulan IV 2025, berbagai leading indicators seperti indeks kepercayaan konsumen, purchasing managers’ index (PMI), konsumsi listrik sektor bisnis dan industri, hingga penjualan kendaraan bermotor menunjukkan momentum penguatan.
"Dari sisi fiskal, kinerja pendapatan dan belanja negara juga dilaporkan membaik signifikan. Pendapatan negara pada awal 2026 mencatatkan kinerja positif, dengan pertumbuhan 9,5 persen (yoy) pada Januari dan 12,8 persen (yoy) pada Februari.
Pertumbuhan ini terutama didukung oleh penerimaan pajak yang meningkat tinggi, yakni 30,7 persen (yoy) pada Januari dan 30,4 persen (yoy) pada Februari. Belanja negara juga tumbuh signifikan, masing-masing 25,7 persen (yoy) pada Januari dan 41,9 persen (yoy) pada Februari," tegasnya.
Percepatan belanja dan stimulus ekonomi disebut dilakukan secara terukur untuk menjaga momentum pertumbuhan, sekaligus memastikan kesehatan APBN dan disiplin fiskal tetap terjaga. Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga akselerasi pertumbuhan dalam jangka menengah tanpa mengorbankan stabilitas. Sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter menjadi prioritas untuk menjaga kepercayaan pasar.
Kolaborasi dengan Danantara juga diperkuat sebagai mesin pertumbuhan baru melalui investasi strategis di luar APBN, dengan tetap mengedepankan profit berkelanjutan dan tata kelola yang kredibel. Pemerintah menegaskan bahwa pengelolaan risiko Danantara dilakukan secara terukur agar tetap selaras dengan stabilitas makrofiskal jangka panjang.
“Kolaborasi dengan Danantara semakin diperkuat sebagai mesin pertumbuhan baru yang menggerakkan ekonomi melalui investasi strategis di luar APBN, dengan tetap fokus pada profit berkelanjutan serta mendorong investasi swasta bernilai tambah tinggi,” pungkasnya.