Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan kembali melakukan pertemuan dengan perusahaan aset manajemen kelas dunia asal Amerika Serikat (AS), BlackRock.
Luhut mengatakan, dalam pertemuan itu pihak BlackRock sempat pesimistis dengan kondisi perekonomian Indonesia.
“Waktu BlackRock kemarin ke kantor saya, kami makan siang di kantor saya, si Sam, dia sedikit pesmis atau banyak pertanyaan yang aneh-aneh mengenai Indonesia,” kata Luhut dalam sesi keynote speech talk show Next-Gen Fiscal Policy: Integrating Technology for Inclusive Growth di Indonesia Summit 2026 yang digelar di The Tribrata, Dharmawangsa, Kamis (18/6/2026).
Meski begitu, Luhut mengaku berhasil meyakinkan BlackRock tentang potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Saya bilang kepada dia, ya kalau seperti ini terus ya mungkin pikirannya, tapi saya bilang justru this is the right time for you to invest in Indonesia karena future of Indonesia itu sangat bagus,” tutur Luhut.
Ditambah lagi menurutnya ada inisiatif percepatan pertumbuhan ekonomi dari Presiden Prabowo Subianto melalui perluasan Government Technology (GovTech). Dengan adopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dia meyakini banyak potensi penerimaan negara yang akan diraup Indonesia.
“Apalagi sekarang Presiden sudah berikan instruksi untuk kita bekerja berbasis AI. Saya jelaskan panjang-panjang, ini kepada si Sam, ya dia bilang, ‘jadi Anda optimis mengenai Indonesia?’ Ya saya pasti optimis lah, Indonesia kan tidak pernah gagal, bahwa ada dinamika sesuatu, dia pasti rebound,” ucap Luhut.
Luhut mengaku pihak BlackRock sempat bertanya apakah Indonesia berpotensi mengulangi krisis moneter seperti pada 1997-1998 silam. Dengan yakin Luhut mengatakan itu tidak mungkin terjadi lagi.
“Dia bertanya apakah peristiwa 1997-1998 bisa terjadi, saya bilang itu impossible itu terjadi sepanjang pemerintah ini memberi kesejahteraan kepada masyarakat. Kesejahteraannya apa? Yang paling bagus dilakukan sekarang itu adalah melalui Government Technology yang berbasis AI,“ kata Luhut.
IDN menggelar Indonesia Summit (IS) 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.
