Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mata Uang Garuda Dibuka Perkasa ke Rp17.920,5 per Dolar AS

Mata Uang Garuda Dibuka Perkasa ke Rp17.920,5 per Dolar AS
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
Intinya Sih
  • Rupiah dibuka menguat ke level Rp17.920,5 per dolar AS, naik 65 poin atau 0,36 persen dibandingkan penutupan pekan lalu.
  • Analis memprediksi rupiah berpotensi melemah akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong penguatan dolar AS dan harga minyak dunia.
  • Meski ada tekanan eksternal, arus dana asing ke pasar saham dan SBN memberi sentimen positif yang menahan pelemahan rupiah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pergerakan rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Senin (20/7/2026). Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat pada level Rp17.920,5 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan Bloomberg, rupiah dibuka menguat 65 poin atau 0,36 persen dibandingkan penutupan pekan lalu.

1. Daftar mata uang yang alami penguatan

Daftar mata uang di Asia yang bergerak menguat pagi ini, rinciannya:

  • Ringgit Malaysia menguat 0,21 persen
  • Yuan China menguat 0,04 persen
  • Rupee India menguat 0,07 persen
  • Won Korea menguat 0,31 persen

2. Diprediksi melemah hari ini

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Tekanan terhadap mata uang Garuda berasal dari meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia sekaligus menguatkan indeks dolar AS.

Meningkatnya tensi geopolitik tersebut memicu pelaku pasar beralih ke aset safe haven, sehingga memberikan dorongan bagi penguatan dolar AS dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

3. Masih ada sentimen positif, rupiah tak akan melemah dalam

Meski demikian, pelemahan rupiah diperkirakan tidak akan berlangsung terlalu dalam. Sentimen positif dari dalam negeri masih menjadi penopang, terutama melalui derasnya aliran dana asing (capital inflow) ke pasar saham maupun Surat Berharga Negara (SBN).

Masuknya dana asing tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan berpotensi membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal.

"Dengan mempertimbangkan kedua sentimen tersebut, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS pada perdagangan hari ini," jelasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More