Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Memahami Risiko saat Kendali Akun Trading Berpindah Tangan
ilustrasi trading (unsplash.com/Kanchanara)
  • Keamanan trading juga mencakup kepastian bahwa akun dan posisi tetap berada dalam kendali trader.

  • Fitur 2FA, stop-loss, dan take-profit membantu pengelolaan akun, tetapi tidak menghapus risiko di pasar.

  • Pertumbuhan jumlah trader perlu diikuti pemahaman risiko, kemampuan mengambil keputusan, dan kedisiplinan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
10 September

Pembaruan aplikasi Android Finex menyediakan fitur pengaturan stop-loss dan take-profit. Pembaruan yang sama juga mengubah tampilan informasi deposit, penarikan dana, dan verifikasi akun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Keamanan trading dibahas sebagai perlindungan akses akun sekaligus pengendalian posisi dan risiko ketika kendali akun diberikan kepada pihak lain.
  • Who?
    Direktur Utama Finex Agung Wisnuaji dan Financial Analyst Finex Brahmantya Himawan menyampaikan pandangan terkait keamanan dan edukasi trader.
  • Where?
    Fitur keamanan tersedia di aplikasi Android Finex. Tawaran kendali akun disebut muncul melalui Instagram atau WhatsApp.
  • When?
    Fitur pengaturan stop-loss dan take-profit tersedia sejak pembaruan 10 September.
  • Why?
    Trader perlu mencegah akses tanpa izin, menjaga kendali akun dan posisi, serta memahami risiko dalam aktivitas trading.
  • How?
    Dengan menggunakan 2FA, mengatur stop-loss dan take-profit, menentukan batas penutupan posisi, serta tidak menyerahkan akses penuh kepada pihak lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Trader perlu menjaga akun dan posisinya sendiri. Finex punya 2FA untuk membantu mencegah orang lain masuk. Ada juga fitur untuk menutup posisi pada harga tertentu. Tetapi risiko tetap ada, terutama jika akun diberikan kepada orang lain. Finex juga mengatakan trader perlu belajar agar lebih paham dan disiplin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kehadiran 2FA dan pengaturan stop-loss serta take-profit memberi trader alat untuk memperkuat perlindungan akses dan mengelola posisi dari aplikasi. Penjelasan Finex juga menempatkan edukasi, pemahaman risiko, kemampuan mengambil keputusan, dan kedisiplinan sebagai bagian penting dari kualitas aktivitas trading.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Keamanan dalam trading bukan hanya soal mencegah pihak lain masuk ke akun. Direktur Utama Finex Agung Wisnuaji menilai trader juga perlu memastikan akun dan posisi yang dimiliki tetap berada dalam kendalinya.

Dia mencontohkan penggunaan autentikasi dua faktor atau two-factor authentication (2FA) serta fitur pengaturan stop-loss dan take-profit yang tersedia di aplikasi Android Finex sejak pembaruan 10 September.

Melalui 2FA, trader mendapat lapisan verifikasi tambahan saat mengakses akun. Fitur tersebut membantu mencegah akses tanpa izin, termasuk ketika kata sandi diketahui pihak lain. Sementara itu, pengaturan stop-loss dan take-profit dari grafik harga memungkinkan trader menentukan level penutupan posisi tanpa harus berpindah layar.

“Keamanan bukan cuma soal mencegah orang lain masuk. Ini juga soal memastikan trader punya kendali penuh atas akun dan posisinya sendiri,” kata dia dalam keterangan tertulis.

1. Penyerahan kendali akun bisa jadi risiko

Ilustrasi trading (pexels.com/AlphaTradeZone)

Keamanan trading sering dipahami sebagai upaya mencegah orang lain mengakses akun. Namun, risiko juga dapat muncul ketika trader memberikan kendali akun kepada pihak lain.

Di komunitas trader Indonesia, tawaran semacam itu muncul dalam berbagai bentuk. Salah satunya pihak yang mengaku sebagai manajer akun profesional melalui Instagram atau WhatsApp. Mereka menawarkan keuntungan puluhan persen per bulan dan meminta akses penuh ke akun trading.

Ada pula grup sinyal berbayar yang mengandalkan biaya langganan anggota. Dalam kasus lain, penyetoran dana berjalan lancar, tetapi ketika dana hendak ditarik, muncul berbagai alasan penundaan.

Risiko kehilangan uang karena itu tidak selalu berawal dari akun yang diretas. Trader juga dapat menghadapi risiko ketika kendali atas akun diberikan kepada pihak lain. Dalam transaksi, risiko juga dapat muncul ketika trader tidak menentukan batas yang jelas untuk menutup sebuah posisi.

2. Fitur trading tak menghapus risiko di pasar

Ilustrasi trading (pexels.com/Jakub Zerdzicki)

Agung mengatakan perlindungan akses akun dan pengelolaan posisi memiliki fungsi yang berbeda. Perlindungan akses berkaitan dengan siapa yang dapat masuk ke akun, sedangkan pengaturan posisi berkaitan dengan keputusan trader ketika berada di pasar.

Dalam pembaruan yang sama, pihaknya juga mengubah tampilan informasi terkait deposit, penarikan dana, dan verifikasi akun. Informasi tersebut mencakup status permintaan yang diajukan trader.

Namun, penggunaan fitur keamanan tidak menghilangkan risiko trading. Perlindungan akun juga tidak menggantikan kehati-hatian ketika trader secara sukarela memberikan akses kepada pihak lain.

3. Edukasi jadi bagian dari aktivitas trading

ilustrasi menentukan pilihan platrform trading (unsplash.com/AlphaTradeZone)

Finex menyampaikan pertumbuhan jumlah trader tidak selalu diikuti peningkatan kualitas. Pemahaman mengenai risiko, kemampuan mengambil keputusan, dan kedisiplinan dalam bertransaksi menjadi hal yang perlu diperhatikan trader.

Financial Analyst Finex Brahmantya Himawan mengatakan, pertambahan jumlah trader perlu diikuti pemahaman yang lebih baik mengenai aktivitas trading. Menurut dia, edukasi menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kualitas trader.

“Jumlah trader boleh bertambah, tetapi kualitasnya ditentukan oleh edukasi,” ujar Brahmantya Himawan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article