Infografis efisiensi BUMN. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Sejak 2024, Prabowo sudah membahas rencana besarnya untuk BUMN melalui Danantara. Misalnya pada 7 November 2024, di mana Prabowo memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2024 di Sentul, Jawa Barat.
Prabowo menyatakan, Danantara akan menjadi pengelola aset kekayaan negara dari BUMN, dengan melakukan konsolidasi. Dengan besarnya tugas itu, dia menekankan pendiriannnya tak mau terburu-buru, harus melalui proses yang hati-hati, dan prudent.
Meski kala itu belum diluncurkan secara resmi, kelahiran Danantara dimulai dengan pelantikan Muliaman Darmansyah Hadad menjadi Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara pada 22 Oktober 2024 lalu, selang 2 hari dari pelantikan Prabowo sebagai presiden.
Saat melantik kepala badan lembaga negara, Prabowo mengenalkan Muliaman sebagai Kepala BPI Danantara bersama dengan Kaharuddin Djenod Daeng Manyambeang sebagai Wakil Kepala BPI Danantara.
Lahirnya badan itu makin diperkuat dengan disahkannya UU Nomor 1 tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 19 tahun 2003 tentang BUMN pada awal Februari 2025.
Lalu, Prabowo meluncurkan Danantara pada 24 Februari 2025. Saat peluncuran, Rosan Perkasa Roeslani yang menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) diberikan amanah tambahan sebagai Kepala Badan Pelaksana alias Chief Executive Officer (CEO).
Prabowo juga memberi amanah baru kepada Dony Oskaria, yang kala itu menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN, menjadi Chief Operating Officer (COO). Kemudian, Pandu Patria Sjahrir sebagai Chief Investment Officer (CIO).
Setelah Danantara diluncurkan secara resmi, topik efisiensi BUMN makin intens dibahas oleh Prabowo. Dalam pidato Nota Keuangan serta RAPBN 2026 di hadapan DPR RI pada 15 Agustus 2025 lalu, Prabowo mengatakan, Danantara dibentuk untuk membereskan masalah di tubuh BUMN, terutama terkait tata kelola yang dinilainya tidak masuk akal.
“Tadinya pengelolaannya secara tidak masuk akal, perusahaan rugi, komisarisnya banyak banget. Saya potong setengah, komisaris paling banyak enam orang. Kalau bisa cukup empat atau lima, dan saya hilangkan yang tidak perlu," kata Prabowo.
Sejak Agustus 2025, upaya perampingan jumlah BUMN yang melebihi 1.000 entitas (termasuk anak usaha), menjadi hanya 200-an perusahaan terus dibahas.
Kemudian, pada 15 Oktober 2025, saat berdialog dengan CEO Forbes, Steve Forbes dalam acara Forbes Global CEO Conference, Prabowo mengatakan, bakal mengurangi jumlah BUMN dari sekitar 1.000 perusahaan menjadi 200-240 perusahaan.
Pada 2026, wacana itu juga kerap digaungkan. Pada 13 Februari 2026 dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026, Prabowo menyebut Danantara sudah melahirkan efisiensi dan reformasi yang empat kali lipat lebih baik dari 2024.
Pada 22 Juni 2026 lalu, Prabowo menggelar pertemuan di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta Selatan yang membahas pemangkasan jumlah bUMN dari 1.077 entitas menjadi 258 perusahaan.
Kemudian, saat menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026), Prabowo mengatakan, telah menutup 240 BUMN yang terus merugi, dan akan melanjutkannya sampai 700-800 perusahaan.
“Sudah 240 yang kita tutup. Enggak ada yang untung, rugi terus,” kata Prabowo.
Dia kembali menekankan rencana itu saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri pada Minggu, (28/6).
"Dari 1.000 lebih BUMN, sekarang kita sudah tutup lebih dari 200, lebih dari 200 (BUMN). Nantinya kita akan bikin tinggal 300 (BUMN) lah ya. Bagaimana Pak Oskar Doni (Kepala BP BUMN/COO Danantara, Doni Oskaria)? Ujungnya kita bisa berapa BUMN? Ujungnya nanti 250 (BUMN)," tutur Prabowo.
Dari penutupan ratusan BUMN itu, Prabowo mengeklaim telah melakukan penghematan hingga Rp70 triliun. Hal itu dia ungkapkan saat peresmian lima bendungan di lima provinsi pada Jumat (10/7) lalu.
Dikarenakan hal tersebut, Prabowo memastikan jumlah BUMN yang ditutup bakal terus bertambah hingga akhir tahun ini.
“Desember 31, 2026 akan tutup jumlahnya 800 BUMN yang tidak efisien, yang tidak pernah untung, yang merugi terus, kita tutup," ucap Prabowo.