Jakarta, IDN Times - Penggabungan empat manajer investasi (MI) oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dinilai bukan hanya soal memperbesar skala bisnis. Konsolidasi tersebut juga membawa tantangan dalam menjaga kepercayaan investor, terutama terkait independensi pengelolaan dana, transparansi, dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).
Empat perusahaan yang dilebur melalui PT Danantara Asset Management (DAM) yakni PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), PT BRI Manajemen Investasi (BRIMI), PT BNI Asset Management (BNIAM), dan PT PNM Investment Management (PNMIM).
Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Eddy Junarsin mengingatkan penggabungan perusahaan investasi dalam skala besar perlu melalui proses uji tuntas atau due diligence.
“Mengapa mergers and acquisitions ini dilakukan? Jelas alasan teknisnya adalah perampingan/efisiensi, perbaikan kualitas manajemen, perbaikan produk investasi, perbaikan layanan, pengurangan kompetisi antarperusahaan investasi pemerintah, dan lain-lain,” kata Eddy dikutip IDN Times, Kamis (5/11/2026).