ilustrasi scam (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Minimnya literasi keuangan gak hanya membuatmu boros, lho, tapi juga bisa meningkatkan risiko kehilangan uang akibat penipuan dan pencurian identitas. Berdasarkan data dari FBI Internet Crime Complaint Center (IC3) dalam Internet Crime Report 2021 serta Statista yang mengompilasi data kerugian fraud di Amerika Serikat, diketahui bahwa pencurian identitas menyebabkan kerugian sekitar 6,9 miliar dolar AS (sekitar Rp107 triliun), sedangkan penipuan menimbulkan kerugian sekitar 5,8 miliar dolar AS (sekitar Rp90 triliun). Dalam kondisi seperti ini, menjaga uang berarti bukan hanya mengatur pengeluaran, tapi juga melindungi informasi yang bisa digunakan untuk mengakses akun.
Kamu memang gak selalu bisa mencegah seseorang mencoba melakukan penipuan, tapi ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memperkecil risikonya. Menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan notifikasi pada akun, serta rutin memeriksa laporan kredit dapat membantu agar aktivitas mencurigakan lebih cepat diketahui. Penggunaan kata sandi yang lebih aman juga penting karena teknologi saat ini membuat kata sandi yang lemah semakin gampang dibobol.
Kasus di Amerika Serikat tersebut menunjukkan bahwa literasi keuangan punya pengaruh besar terhadap kondisi dompet sehari-hari. Kamu gak harus menjadi ahli ekonomi untuk mulai memahami cara kerja bunga, biaya rekening, anggaran belanja, dan keamanan akun. Justru dengan memahami hal-hal dasar tersebut, kamu bisa mengurangi kebiasaan yang diam-diam membuat uang terus keluar.
Semakin baik pemahamanmu soal keuangan, semakin besar pula peluang untuk menggunakan penghasilan sesuai kebutuhan dan tujuan yang ingin kamu capai.