Jakarta, IDN Times – Harga minyak mentah Brent menembus level psikologis 100 dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp1,751 juta per barel pada Rabu (9/9/2026). Harganya sempat menyentuh 100,19 dolar AS (setara Rp1,754 juta) yang menjadi level tertinggi sejak akhir Juli 2026, sebelum landai ke 99,90 dolar AS (setara Rp1,749 juta) per barel. Angka ini melonjak tajam dibanding harga sebelum konflik meluas yang masih berada di kisaran 70 dolar AS (setara Rp1,23 juta) per barel.
Lonjakan harga ini mencerminkan kekhawatiran investor atas potensi membengkaknya biaya energi dan inflasi imbas kecamuk perang yang kian memanas di Timur Tengah. Serangan udara militer AS terhadap lima kapal tanker minyak mentah Iran semalam menjadi pemicu utama eskalasi ini. Empat kapal di antaranya terafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran di Teluk Oman, sementara satu kapal lainnya berada di dekat Pulau Kharg yang menjadi pintu gerbang 90 persen ekspor minyak Iran, di mana salah satu kapal bernama M/T Riesco dilaporkan tenggelam.
