Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pabrik Emas Antam di Gresik Ditargetkan Beroperasi 2028

Pabrik Emas Antam di Gresik Ditargetkan Beroperasi 2028
Ilustrasi emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

  • Antam menargetkan fasilitas manufaktur logam mulia di JIIPE Gresik, Jawa Timur, beroperasi pada 2028 dengan kapasitas sekitar 30 ton emas atau 5 juta keping per tahun.
  • Pada semester I-2026, penjualan emas Antam mencapai 18,1 juta ton, menghasilkan pendapatan Rp50,39 triliun; total pendapatan perusahaan Rp62,71 triliun dan laba bersih Rp6,91 triliun.
  • Antam juga memperkuat diversifikasi nikel dan bauksit: produksi bijih nikel mencapai 7,78 juta wmt, sementara fasilitas CGA di Tayan berkapasitas 300 ribu ton per tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) atau Antam membeberkan kabar terbaru proyek fasilitas manufaktur logam mulia di Gresik, Jawa Timur (Jatim). Pabrik tersebut itu ditargetkan beroperasi pada 2028.

Pabrik yang dibangun di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik itu akan membantu Antam dalam menggenjot produksi emas.

  1. 1. Bakal produksi 30 juta ton emas

    Emas batangan dengan kemurnian 99,99 persen yang diproduksi PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk PT Aneka Tambang Tbk (Antam). (dok. PTFI)
    Emas batangan dengan kemurnian 99,99 persen yang diproduksi PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk PT Aneka Tambang Tbk (Antam). (dok. PTFI)

    Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arini Kasmira mengatakan pabrik tersebut dirancang memproduksi 30 juta ton emas per tahun.

    “Fasilitas ini dirancang dengan kapasitas sekitar 30 ton emas per tahun atau hingga 5 juta keping produk dengan kadar 99,99 persen," tutur Arini dalam Public Expose (Pubex) Live, Kamis (10/9/2026).

  2. 2. Penjualan emas Antam tembus 18,1 juta ton di semester I-2026

    Ilustrasi emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
    Ilustrasi emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Hingga semester I-2026, volume penjualan emas Antam mencapai 18,1 juta ton. Pendapatan dari bisnis emas mencapai Rp50,39 triliun. Adapun pendapatan perusahaan per semester I-2026 secara keseluruhan Rp62,71 triliun, dan capaian laba bersih Rp6,91 triliun.

    "Kinerja bisnis emas memberikan kontribusi positif bagi ANTAM pada semester I 2026. Ke depan, kami akan terus mencermati dinamika pasar dan menjaga fleksibilitas strategi bisnis, termasuk melalui penguatan rantai pasok, kapabilitas pengolahan dan manufaktur, serta pengembangan pasar,” ujar Arini.

  3. 3. Produksi nikel dan bauksit terus ditingkatkan

    Produksi nikel PT Aneka Tambang Tbk (Antam). (dok. Antam)
    Produksi nikel PT Aneka Tambang Tbk (Antam). (dok. Antam)

    Selain emas, perusahaan juga terus mendorong diversifikasi portofolio, terutama pada komoditas nikel dan bauksit. Hingga semester I-2026, produksi bijih nikel Antam mencapai 7,78 juta wet metric ton (wmt), dan volume penjualan sekitar 6,77 juta wmt. Produksi bijih nikel Antam ditujukan untuk penjualan ke pasar domestik.

    Adapun untuk bauksit, perusahaan memperkuat integrasi dari pertambangan hingga produk alumina melalui tambang bauksit di Tayan dan fasilitas Chemical Grade Alumina (CGA) berkapasitas terpasang 300 ribu ton per tahun.

    "Kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, disiplin investasi, dan pengelolaan risiko. Setiap agenda pengembangan akan kami jalankan secara prudent agar memberikan nilai tambah yang optimal sekaligus menjaga kesehatan keuangan Perseroan dalam jangka panjang," kata Arini.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More