Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Trik Cerdas Belanja Hemat ala Orang Frugal yang Bikin Dompet Aman

6 Trik Cerdas Belanja Hemat ala Orang Frugal yang Bikin Dompet Aman
ilustrasi belanja kebutuhan sehari-hari, belanja di supermarket (magnific.com/senivpetro)
  • Belanja hemat ala frugal berfokus pada nilai terbaik: manfaatkan promo hanya untuk kebutuhan yang sudah direncanakan, bukan sekadar tergoda diskon.
  • Beli kebutuhan rutin tahan lama dalam jumlah besar secara terukur, lalu cek stok kulkas dan dapur agar terhindar dari pembelian ganda serta makanan terbuang.
  • Buat daftar dan anggaran sebelum belanja; belanja online dapat memantau total harga, sementara belanja sendiri sesekali membantu mengurangi godaan tambahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Belanja kebutuhan sehari-hari sering kali terlihat sebagai pengeluaran kecil yang gak terlalu terasa. Namun kalau dilakukan tanpa perencanaan, total belanjanya bisa membuat pengeluaran bulanan membengkak, lho.

Orang dengan gaya hidup frugal biasanya punya kebiasaan sederhana untuk memastikan uang yang dikeluarkan benar-benar digunakan secara bijak. Mereka gak selalu mencari barang termurah, tapi lebih fokus mendapatkan nilai terbaik dari uang yang dimiliki.

Menariknya, beberapa kebiasaan ini sebenarnya cukup mudah diterapkan dalam rutinitas belanja kamu. Kalau dilakukan secara konsisten, trik sederhana berikut bisa membantu dompet tetap aman tanpa harus mengorbankan semua kebutuhan.

  1. 1. Beli barang yang memang sedang dibutuhkan saat harganya turun

    ilustrasi belanja di supermarket
    ilustrasi belanja di supermarket (freepik.com/gpointstudio)

    Salah satu kebiasaan orang frugal adalah memanfaatkan promo, diskon, kartu loyalitas, atau kupon untuk membeli barang dengan harga lebih rendah. Namun, ada satu aturan penting yang perlu diingat, yaitu jangan membeli sesuatu hanya karena melihat tulisan diskon besar. Seperti dijelaskan dalam laporan CBS News tentang false frugality, barang murah tetap bisa menjadi pengeluaran yang sia-sia kalau sebenarnya kamu gak membutuhkannya.

    Psikolog Dr. Ramani Durvasula juga menekankan pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan sebelum mengambil keputusan belanja. Jadi sebelum tergoda promo, coba cek lagi apakah barang tersebut memang sudah ada dalam daftar kebutuhanmu, ya.

    Kalau memang rutin digunakan dan harganya sedang lebih murah, membeli saat promo bisa menjadi keputusan yang menguntungkan. Dengan cara ini, kamu tetap bisa menikmati potongan harga tanpa terjebak kebiasaan belanja impulsif.

  2. 2. Beli kebutuhan pokok dalam jumlah lebih banyak

    ilustrasi tisu toilet
    ilustrasi tisu toilet (pexels.com/Vlada Karpovich)

    Untuk barang yang pasti digunakan secara rutin dan tahan lama, membeli dalam jumlah lebih banyak bisa menjadi pilihan yang lebih hemat. Beberapa panduan belanja hemat dari Money Digest dan Bumroll juga menyarankan pembelian dalam jumlah besar untuk barang yang memiliki masa simpan panjang dan memang akan digunakan. Misalnya, tisu, sabun, deterjen, atau bahan makanan kering. Membeli dalam ukuran besar terkadang memberikan harga per unit yang lebih murah dibandingkan membeli sedikit demi sedikit.

    Selain lebih hemat dari segi harga, cara ini juga bisa mengurangi frekuensi kamu pergi berbelanja. Semakin sering datang ke toko, semakin besar pula kemungkinan kamu membeli barang tambahan yang sebenarnya gak direncanakan. Meski begitu, pastikan kamu tetap menghitung kebutuhan dan jangan membeli terlalu banyak sampai akhirnya barang justru terbuang, ya.

  3. 3. Buat daftar belanja sebelum berangkat

    ilustrasi shopping list (pexels.com/Helena Lopes)
    ilustrasi shopping list (pexels.com/Helena Lopes)

    Masuk ke supermarket tanpa daftar belanja memang bisa membuatmu lebih gampang tergoda. Awalnya mungkin hanya ingin membeli telur dan sayuran, tapi pulang-pulang keranjang sudah penuh dengan camilan, minuman, dan barang lain yang sebenarnya gak dibutuhkan. Karena itu, membuat daftar belanja bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga pengeluaran tetap terkendali. Business Insider juga menyoroti pentingnya menyiapkan rencana belanja agar kamu bisa tetap fleksibel terhadap harga, tapi gak kehilangan arah saat memilih barang.

    Kamu bisa menulis daftar berdasarkan kebutuhan selama beberapa hari atau bahkan satu minggu ke depan. Setelah sampai di toko, usahakan fokus mencari barang yang memang sudah direncanakan sebelumnya. Daftar belanja juga bisa membantumu lebih cepat menentukan apa yang perlu dibeli sehingga waktu dan energi gak habis hanya untuk melihat-lihat barang secara acak.

  4. 4. Coba belanja secara online agar lebih fokus pada anggaran

    ilustrasi TikTok Shop, belanja online
    ilustrasi TikTok Shop, belanja online (unsplash.com/Swello)

    Belanja online bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi godaan membeli barang yang gak diperlukan. Berdasarkan penelitian Drive Research tentang kebiasaan belanja konsumen, sebagian orang merasa lebih mudah mengendalikan pembelian ketika bisa mencari produk secara langsung dan memantau total harga melalui aplikasi. Saat belanja lewat aplikasi, kamu bisa langsung mencari produk tertentu dan melihat total harga sebelum melakukan pembayaran. Cara ini membuatmu lebih mudah memantau apakah jumlah belanja sudah sesuai dengan anggaran yang disiapkan.

    Selain itu, kamu juga bisa membandingkan harga antarproduk tanpa harus berjalan dari satu lorong ke lorong lainnya. Namun, belanja online tetap perlu dilakukan dengan hati-hati karena biaya pengiriman atau minimum pembelian bisa memengaruhi total pengeluaran. Kalau ingin lebih hemat, manfaatkan promo yang memang relevan dan jangan menambahkan barang ke keranjang hanya demi mendapatkan diskon, ya.

  5. 5. Cek isi kulkas dan dapur sebelum belanja

    ilustrasi kulkas
    ilustrasi kulkas (magnific.com/freepik)

    Sebelum membuat daftar belanja, ada baiknya kamu mengecek dulu isi kulkas, freezer, dan lemari makanan, ya. Dilansir YourTango, kebiasaan ini dapat membantu mengurangi pembelian ganda dan mencegah bahan makanan terabaikan. Bisa jadi sebenarnya masih ada bahan makanan yang bisa digunakan, tapi terlupakan karena tersimpan di bagian belakang. Dengan mengetahui persediaan yang masih tersedia, kamu bisa menghindari membeli barang yang ternyata sudah dimiliki.

    Kebiasaan ini juga bisa membantumu menyusun menu berdasarkan bahan yang ada di rumah. Misalnya, sisa sayuran bisa diolah menjadi tumisan, sementara bahan makanan lain yang hampir habis masa simpannya bisa diprioritaskan untuk dimasak lebih dulu. Selain membantu mengurangi pengeluaran, cara ini juga membuat makanan gak gampang terbuang percuma.

  6. 6. Sesekali belanja sendiri supaya gak gampang tergoda

    ilustrasi belanja kebutuhan sehari-hari, plastik belanja
    ilustrasi belanja kebutuhan sehari-hari, plastik belanja (pexels.com/Sarah Chai)

    Belanja bersama teman, pasangan, atau anak memang bisa terasa lebih menyenangkan. Namun, kehadiran orang lain terkadang membuatmu lebih sulit mengikuti daftar belanja yang sudah dibuat. Ada saja tambahan barang yang masuk ke keranjang karena ajakan, permintaan, atau sekadar rasa gak enak untuk menolak. Slickdeals juga membahas bahwa berbelanja sendiri sesekali dapat membantu mengurangi pembelian tambahan yang muncul karena pengaruh anggota keluarga atau teman.

    Belanja sendiri bisa membuatmu lebih fokus pada tujuan awal dan lebih cepat menyelesaikan urusan. Kamu juga punya kontrol penuh terhadap barang yang akan dibeli tanpa terlalu banyak gangguan dari keinginan orang lain. Bukan berarti kamu harus selalu belanja sendirian, ya, tapi kalau sedang ingin benar-benar menjaga anggaran, cara ini layak dicoba.

    Pada akhirnya, hidup hemat gak selalu berarti harus menahan diri dari semua hal yang diinginkan. Kebiasaan frugal lebih banyak berkaitan dengan cara mengambil keputusan sebelum mengeluarkan uang. Dengan membeli sesuai kebutuhan, memanfaatkan harga terbaik, dan merencanakan belanja lebih matang, kamu bisa mengurangi pengeluaran yang sebenarnya gak perlu.

    Gak harus langsung menerapkan semuanya sekaligus, kok, kamu bisa mulai dari satu kebiasaan sederhana yang paling mudah dilakukan. Seiring waktu, langkah kecil tersebut bisa membantu kondisi keuanganmu terasa lebih aman dan terkontrol.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More