Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

AS Sanksi Seluruh Maskapai Iran, Jaringan Pendukung Ikut Dibidik

AS Sanksi Seluruh Maskapai Iran, Jaringan Pendukung Ikut Dibidik
Pesawat Mahan Air (pexels.com/Kürşat Kuzu)
  • AS menjatuhkan sanksi terhadap 36 target, termasuk 27 maskapai komersial Iran serta penyedia kargo dan agen penjualan, dalam Operation Economic Outcast.
  • Washington menuduh IRGC memanfaatkan penerbangan komersial, terutama Mahan Air, untuk memperoleh pesawat dan mengangkut senjata, kargo ilegal, serta personel.
  • Sanksi turut membidik perantara di UEA, Turki, Inggris, Malaysia, dan Kazakhstan; aset mereka di yurisdiksi AS diblokir dan warga AS dilarang bertransaksi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi memberlakukan sanksi luas terhadap seluruh maskapai penerbangan Iran beserta jaringan perusahaan asing pendukungnya pada Selasa (8/9/2026). Departemen Keuangan AS menyebut langkah ini sebagai bagian dari Operation Economic Outcast untuk menekan keuangan Tehran setelah konflik militer selama lebih dari enam bulan mengalami kebuntuan. Kebijakan tegas tersebut diarahkan untuk memutus akses finansial pihak-pihak yang dinilai terus menyokong Iran.

“Di bawah Operation Economic Outcast, kami berjanji akan memberikan konsekuensi berat bagi mereka yang menyediakan jalur keuangan bagi rezim Iran,” kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent, dikutip The Hill.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya kini menepati janji tersebut dengan menjatuhkan sanksi kepada perusahaan-perusahaan yang terus mendukung Mahan Air. Bessent juga memperingatkan siapa pun yang berbisnis dengan maskapai Iran yang tersisa bahwa mereka berisiko diputus dari sistem keuangan global.

  1. 1. Sanksi AS menyasar 36 target penerbangan Iran

    ilustrasi pesawat terbang (pexels.com/Pixabay)
    ilustrasi pesawat terbang (pexels.com/Pixabay)

    Secara keseluruhan, Departemen Keuangan AS memasukkan 36 target ke dalam daftar sanksi, yang mencakup 27 maskapai komersial Iran serta sembilan penyedia jasa kargo dan agen penjualan umum. Otoritas AS menyatakan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memanfaatkan sektor penerbangan komersial untuk mengamankan pesawat serta material asal AS. Selain itu, sektor ini juga dipakai untuk mengangkut senjata, kargo ilegal, dan personel, dilaporkan Fox Business.

    Pemanfaatan maskapai komersial oleh IRGC terutama dilakukan lewat Mahan Air, yang sudah dikenai sanksi sejak 2011 karena mendalangi serangan teror global dan mendukung kelompok proksi di Timur Tengah. Untuk mengakalinya, IRGC memakai perusahaan perantara asing di Turki dan Uni Emirat Arab (UEA), termasuk ECT Aviation Support LLC dan Sky Phoenix Hava Yollari Tasimaciligi Ticaret Limited Sirketi. Perusahaan perantara tersebut membantu mengamankan sedikitnya tiga pesawat Boeing 777 bekas bagi Mahan Air pada musim panas ini melalui registrasi sementara.

  2. 2. AS targetkan jaringan perantara Mahan Air

    Pesawat Mahan Air
    Pesawat Mahan Air (pexels.com/Jeffry Surianto)

    Sanksi anyar ini juga membidik jaringan perantara internasional beserta para petingginya yang menyokong operasional Mahan Air. Otoritas AS mencantumkan Ali Mohamed Mohamed Mahran, warga negara Mesir di UEA yang menjabat Direktur Utama ECT Aviation Support UAE, bersama unit perusahaannya di Inggris serta entitas terkait di Malaysia dan Kazakhstan. Turut dibidik pula S Sistem Lojistik Hizmetler Anonim Sirketi di Turki yang mengoordinasikan pengiriman komponen pesawat tanpa awak dan peralatan industri ke Iran.

    Langkah ini melengkapi tindakan pemerintah AS sebelumnya terhadap cabang bank Mesir di UEA dan Golden Global Bank di Turki karena memfasilitasi transaksi puluhan juta dolar AS bagi IRGC. Melalui tindakan hukum ini, seluruh aset dan kepentingan milik entitas terdaftar yang berada di wilayah hukum AS resmi diblokir secara total. Kebijakan ini sekaligus membatasi secara ketat seluruh akses pasar dan ruang gerak finansial mereka.

  3. 3. Transaksi dengan entitas Iran dibatasi ketat

    ilustrasi bendera iran (pexels.com/aboodi vesakaran)
    ilustrasi bendera iran (pexels.com/aboodi vesakaran)

    Penetapan sanksi melarang warga AS menjalin hubungan bisnis atau melakukan transaksi apa pun dengan seluruh entitas yang masuk daftar hitam. Pemblokiran aset dan pembatasan akses pasar ini ditujukan untuk menghentikan ruang gerak jaringan internasional yang selama ini menyokong penerbangan Iran.

    Pemerintah AS menyebut tekanan ekonomi tersebut sebagai strategi utama untuk melumpuhkan pendanaan aktivitas militer Tehran. Bessent bahkan menggambarkan rangkaian kampanye tekanan keuangan berskala besar itu sebagai “D-day ekonomi”. Strategi ini diharapkan mampu mencekik aliran dana Iran secara finansial.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More