Mirae Asset Soroti Tingginya Antusiasme Investor Retail Beli Saham IPO

- Mirae Asset Sekuritas mencatat lonjakan minat investor retail dalam membeli saham IPO, terutama dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
- Prisa Ngadianto menilai saham IPO tetap aman dikoleksi selama fundamental dan bisnis perusahaan yang melantai di bursa tergolong kuat.
- Investor retail kini lebih tenang berinvestasi berkat reformasi pasar modal oleh OJK, BEI, dan KSEI yang meningkatkan transparansi kepemilikan saham.
Jakarta, IDN Times - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI) melihat antusiasme tinggi investor retail domestik dalam memesan atau membeli saham-saham Initial Public Offering (IPO).
Head of Retail Business Division Mirae Asset Sekuritas, Prisa Ngadianto mengungkapkan, nasabah Mirae juga banyak yang melakukan order terhadap saham-saham IPO.
“Lumayan amat tinggi ya (antusiasme). Apalagi kalau saya melihat tahun lalu, setiap kali IPO lumayan lah di kita juga orderan dari nasabah juga lumayan banyak, terutama nasabah retail ya. Mungkin beberapa memang ada yang justru mencari yang IPO-IPO ini,” ujar Prisa di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Table of Content
1. Saham-saham IPO aman dikoleksi

Menurut Prisa, saham-saham IPO cenderung aman untuk dikoleksi oleh para investor retail domestik selama fundamental dan bisnis perusahaan terkait bagus.
“Jadi ya itu, selama fundamental bagus dan bisnisnya oke gitu, sebenarnya sih untuk nasabah retail juga sebenarnya aman-aman aja gitu kan,” ujar dia.
2. Saham-saham IPO diburu investor retail

Adapun calon perusahaan tercatat dengan fundamental dan bisnis yang bagus, disebut Prisa, sahamnya akan banyak diburu oleh para investor retail.
“Saya pikir kalau fundamentalnya bagus nasabahnya juga nggak tinggalin kok. Investor juga pasti mau lah invest selama fundamentalnya bagus, bisnisnya jelas,” ujar Prisa.
3. Investor retail kini lebih merasa tenang

Di sisi lain, Prisa juga mengungkapkan investor retail saat ini menjadi lebih tenang imbas dari reformasi pasar modal yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Prisa mengatakan, segala macam reformasi seperti penerbitan informasi mengenai kepemilikan saham perusahaan tercatat di atas 1 persen justru baik untuk para investor ritel yang ada di Mirae.
"Kalau di Mirae itu banyaknya kan (investor) retail ya. Itu sebenarnya bagus untuk retail. Jadi sebenarnya itu juga yang bikin nasabah kita juga lumayan tenang," kata dia.

















