OJK Siapkan Penyesuaian Batas Free Float, Target Rampung Tahun Ini

- Penyesuaian aturan batas free float butuh persiapan matang dan dilakukan bertahap
- OJK-BEI akan perkuat investor pasar modal
- Sejumlah strategi OJK perdalam pasar keuangan di tahun ini
Jakarta, IDN Times - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi memastikan pihaknya akan melakukan penyesuaian terhadap aturan batas free float saham pada tahun ini.
“Secepatnya. Tahun ini, ya harus di tahun ini,” ujar Inarno saat wawancara seusai Seremoni Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Free float adalah jumlah saham perusahaan yang beredar di pasar dan dapat diperdagangkan secara bebas oleh publik.
1. Penyesuaian aturan batas free float butuh persiapan matang dan dilakukan bertahap

Ia menjelaskan, penyesuaian aturan batas free float saham memerlukan persiapan matang dan dilakukan secara bertahap, sehingga tidak bisa langsung dinaikkan ke level yang terlalu tinggi. Menurut Inarno, semakin tinggi batas free float saham, semakin besar pula kebutuhan pendanaan bagi emiten untuk memenuhi ketentuan tersebut.
“Karena apa? Free float itu butuh pendanaan. Semakin tinggi free float-nya, semakin besar pendanaan yang harus disiapkan. Oleh karena itu, perlu pendalaman pasar, termasuk memperkuat sisi permintaan. Investor ritel kita sudah mencapai lebih dari 20 juta,” tuturnya.
2. OJK-BEI akan perkuat investor pasar modal

Tak hanya itu, OJK bersama BEI dan Self-Regulatory Organization (SRO) akan terus memperkuat peran investor di pasar modal Indonesia, terutama investor institusi domestik.
“Peran investor institusi domestik sangat penting, sehingga tercapai keseimbangan antara investor ritel dan investor institusi domestik,” kata Inarno.
3. Sejumlah strategi OJK perdalam pasar keuangan di tahun ini

Tak hanya itu, OJK memaparkan arah kebijakan pasar modal pada 2026 yang difokuskan pada peningkatan integritas dan pendalaman pasar. Program ini dijalankan bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk SRO.
Ketua OJK, Mahendra Siregar menyampaikan, langkah pertama adalah peningkatan kualitas emiten melalui penyempurnaan kebijakan secara menyeluruh. Mulai dari persyaratan masuk (entry requirement), peningkatan porsi saham free float termasuk continuous free float, transparansi ultimate beneficial owner (UBO), hingga kebijakan keluar (exit policy) yang lebih tegas.
"Kami berkomitmen kuat untuk melakukan pendalaman pasar keuangan," ujar Mahendra.
Kebijakan free float merupakan aturan batas jumlah saham suatu perusahaan yang tersedia untuk diperdagangkan secara bebas kepada publik.

















