Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pelaku Dapur MBG Dirikan Asosiasi, Diisi Pengusaha Daerah hingga Politisi
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Laksda TNI (Purn) Abdul Rivai Ras di kantor pusat APPMBGI. (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) resmi dibentuk, menghimpun pelaku ekosistem MBG di 38 provinsi dalam waktu kurang dari tiga bulan.
  • Asosiasi ini menggabungkan dua kelompok utama, yaitu pengusaha pendukung seperti pemasok dan investor, serta pengelola dapur yang terdiri dari yayasan, UMKM, koperasi, hingga korporat.
  • APPMBGI telah mengonsolidasikan sekitar 5.000 dapur MBG dan berfokus pada advokasi, pembinaan rantai pasok, serta peningkatan standarisasi dan sertifikasi dapur di seluruh Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
25 April 2026

Dalam APPMBGI National Summit 2026 di Jakarta Timur, Abdul Rivai Ras mengumumkan pembentukan Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) yang telah terbentuk di 38 provinsi dalam waktu kurang dari tiga bulan. Ia menjelaskan asosiasi ini menghimpun pengusaha pendukung dan pengelola dapur MBG.

kini

APPMBGI telah mengidentifikasi sekitar 5.000 dapur MBG yang dikelola anggotanya dan berperan sebagai wadah advokasi serta standarisasi pengelolaan rantai pasok bagi dapur-dapur tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pembentukan Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) yang menghimpun pelaku usaha dan pengelola dapur dalam ekosistem program Makan Bergizi Gratis.
  • Who?
    Laksda TNI (Purn) Abdul Rivai Ras sebagai Ketua Umum DPP APPMBGI bersama para pengusaha daerah, politisi, serta pengelola dapur MBG di 38 provinsi.
  • Where?
    Kegiatan deklarasi dan penyampaian informasi dilakukan di kantor pusat APPMBGI, Jakarta Timur, dengan jaringan keanggotaan tersebar di seluruh Indonesia.
  • When?
    Acara berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026, bertepatan dengan pelaksanaan APPMBGI National Summit 2026.
  • Why?
    Dibentuk untuk mengonsolidasikan ribuan dapur MBG, memperkuat koordinasi antar pelaku usaha, serta menyediakan wadah advokasi dan standarisasi pengelolaan dapur bergizi gratis.
  • How?
    Asosiasi menghimpun dua kelompok utama—pengusaha pendukung dan pengelola dapur—serta telah mengidentifikasi sekitar 5.000 dapur anggota dari total rencana nasional sebanyak 32 ribu unit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang yang kerja di dapur Makan Bergizi Gratis bikin kelompok baru namanya APPMBGI. Yang pimpin Pak Abdul Rivai Ras. Mereka ada di banyak provinsi dan isinya pengusaha sama politisi. Sekarang sudah ada 5.000 dapur gabung. Mereka mau bantu supaya dapurnya bagus, rapi, dan bisa kasih makanan sehat ke banyak orang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pembentukan Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat antara pengusaha lokal, politisi, dan berbagai pelaku usaha di seluruh provinsi. Dalam waktu singkat, asosiasi ini berhasil menghimpun ribuan dapur serta menjadi wadah pembinaan, advokasi, dan standarisasi yang memperkuat tata kelola ekosistem MBG secara nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Para pihak yang terlibat dalam ekosistem dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) membentuk wadah resmi bernama Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI).

Ketua Umum DPP APPMBGI Laksda TNI (Purn) Abdul Rivai Ras menyebutkan, asosiasi tersebut berhasil terbentuk di 38 provinsi dalam waktu kurang dari tiga bulan. Hal itu dia sampaikan dalam APPMBGI National Summit 2026.

"Rata-rata menurut hemat kami, pengurus yang ada di DPD 1 maupun 2 diurus oleh orang-orang yang kredibel. Minimal beliau-beliau atau mereka itu adalah pengusaha lokal yang tangguh, maupun termasuk para politisi yang juga kebetulan pengusaha," katanya di kantor pusat APPMBGI, Jakarta Timur, Sabtu (25/4/2026).

1. Menggabungkan pengusaha pendukung dan pengelola dapur

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Laksda TNI (Purn) Abdul Rivai Ras di kantor pusat APPMBGI. (IDN Times/Trio Hamdani)

Asosiasi menghimpun dua kelompok pelaku usaha yang berperan dalam ekosistem MBG. Kelompok pertama adalah pengusaha suportif, yang meliputi pemasok, kontraktor, konsultan, investor, hingga lembaga sertifikasi serta organisasi yang mendapat penugasan pemerintah.

Sementara kelompok kedua adalah pengelola dapur, yang terdiri dari yayasan, mitra mandiri, UMKM, koperasi, korporat, dan pihak lain yang berhimpun untuk menjalankan kegiatan tersebut.

"Inilah sebuah bertemu dalam satu asosiasi yang disebut dengan APPMBGI ini. Kira-kira gambaran gitu," paparnya.

2. Asosiasi klaim sudah mengonsolidasikan 5.000 dapur MBG

SPPG menyiapkan paket makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Terkait keanggotaan, Rivai memproyeksikan potensi keterlibatan yang besar seiring dengan rencana pemerintah yang akan membangun 32 ribu dapur MBG. Saat ini, pihaknya telah mengidentifikasi 5.000 dapur yang dikelola oleh anggota APPMBGI.

"Pada kesempatan hari ini perlu kami laporkan minimal 5.000 yang kami sudah kendalikan dapur," ujar dia.

3. Menjadi wadah advokasi dan standarisasi bagi dapur MBG

Petugas menyiapkan makanan di SPPG Gagaksipat, Boyolali. (IDN Times/Larasati Rey)

Rivai menyatakan, ribuan anggota tersebut menjadi fokus pembinaan asosiasi, terutama terkait pengelolaan rantai pasok. Selain itu, APPMBGI hadir untuk memberikan advokasi serta memfasilitasi peningkatan standarisasi dan sertifikasi dapur-dapur di seluruh Indonesia.

"Nah itulah kemudian menjadi dasar kami organisasi ini terbentuk dan disambut gembira oleh sejumlah anggota yang hitungannya menginginkan adanya wadah untuk mengartikulasikan kepentingan mereka melalui organisasi non-pemerintah," katanya.

Editorial Team