Pemerintah Akan Beri Insentif Petani Rp600 Ribu untuk 3 Bulan

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah akan memberikan insentif kepada para petani terdampak pandemi virus corona atau COVID-19, sebesar Rp600 ribu.
Insentif yang akan diberikan pemerintah berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT). Tak hanya itu, pemerintah juga akan memberikan sarana pra sarana untuk produksi pertanian.
1. Bantuan dibagi menjadi dua kategori, tunai dan sarana produksi

Airlangga menyampaikan pemerintah berkomitmen untuk memberikan insentif kepada para petani. Pemerintah akan memberikan bantuan sebesar Rp600 ribu kepada 2,44 petani kategori miskin.
Bantuan tersebut nantinya akan dibagi menjadi dua kategori, Rp300 ribu adalah berupa uang tunai, sementara Rp300 ribu lainnya akan diberikan untuk sarana produksi seperti pupuk dan peralatan produksi lainnya.
"Tentunya pemerintah akan memberikan BLT sebesar Rp600 ribu di mana Rp300 ribu bantuan tunai dan Rp300 ribu sarana pra sarana produksi pertanian," kata Airlangga dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di channel YouTube Sekretariat Kabinet RI, Selasa (28/4).
2. Bantuan diberikan selama 3 bulan

Airlangga menyampaikan, stimulus bagi para petani itu diberikan pemerintah selama 3 bulan ke depan. Namun, ia menyebut nantinya Kementerian Pertanian (Kementan) yang akan menjelaskan lebih detail tentang insentif bagi para petani tersebut.
"Terkait dengan stimulus, memang sarana produksi terdiri dari bibit, pupuk, dan sarana produksi lainnya. Ini diharapkan periode selama 3 bulan dan teknis akan diumumkan Kementan," jelasnya.
3. Airlangga sebut ada 5 komoditas yang mengalami kenaikan 0,27-2,5 persen

Airlangga menuturkan, stabilisasi harga dan penyediaan pangan pokok harian maupun mingguan dinilai cukup stabil. Ia menjelaskan ada 5 komoditas yang mengalami kenaikan 0,27-2,5 persen.
"Kalau kita lihat inflasi pangan secara year to date itu Januari-Maret sebesar 0,11 persen. Ini lebih rendah dibanding periode yang sama 2016-2019. Kemudian inflasi di Maret disumbang terutama oleh kenaikan gula pasir 0,02 persen," tutur Airlangga.
"Telur ayam ras 0,03 persen, dan bawang merah 0,01 persen. Beras memberikan andil inflasi di Januari-Oktober 2019 dan di 2020 beberapa bulan sebelumnya berikan andil deflasi," lanjut dia.





















