Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemerintah Bidik Pendapatan Sektor Pariwisata Capai Rp111,7 Triliun

Pemerintah Bidik Pendapatan Sektor Pariwisata Capai Rp111,7 Triliun
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto (dok. Youtube Kemenko Maritim dan Investasi)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membidik pendapatan negara yang dihasilkan dari sektor pariwisata nasional mencapai Rp111,7 triliun pada tahun ini. 

Hal ini sejalan dengan kinerja sektor pariwisata yang diprediksi akan terus menguat seiring dengan pelonggaran mobilitas dan dihentikannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Kinerja sektor pariwisata diprediksi akan terus menguat pada tahun 2023," ujarnya dalam Rapat Kerja Nasional PHRI dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (10/2/2023). 

1. Pariwisata tulang punggung ekonomi nasional

Ilustrasi Pariwisata (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi Pariwisata (IDN Times/Arief Rahmat)

Airlangga menuturkan, sektor pariwisata yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional telah terlihat berangsur pulih, seiring dengan pelonggaran mobilitas dan dihentikannya PPKM.

Kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara pun terus mengalami peningkatan. Data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyebutkan, peningkatan wisatawan nusantara mendekati 5 persen pada 2022. Sementara data BPS mencatat jumlah wisatawan mancanegara naik 251,28 persen dibandingkan periode yang sama sebelumnya.

Adapun daerah asal para wisatawan mancanegara di dominasi oleh negara tetangga yakni Malaysia, Timor Leste, Australia, dan Singapura.

Tak hanya itu, pemerintah juga terus memperkuat berbagai kebijakan, program, dan insentif di sektor pariwisata.

"Pemulihan ekonomi terus berlanjut dan koordinasi dengan para stakeholder harus tetap dijaga. Kolaborasi ini merupakan kata kunci untuk menumbuhkan dan membangkitkan pariwisata Indonesia,” tuturnya.

2. Dorong daya beli dan tingkatkan penggunaan produk dalam negeri

Ilustrasi UMKM (dok. IDN Times)
Ilustrasi UMKM (dok. IDN Times)

Menurut Airlangga, kebijakan untuk mendorong daya beli dan konsumsi dalam negeri, akan dilakukan pemerintah melalui peningkatan penggunaan produksi dalam negeri, pemberdayaan UMKM, desa wisata, dan desa kreatif.

Kemudian mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor pariwisata, seperti KEK Mandalika, Tanjung Lesung, Lido, Tanjung Kelayang, Singhasari, Morotai, Likupang, dan Sanur.

"Pada tahun 2023, melalui pengembangan KEK tersebut diharapkan dapat menghasilkan total investasi sebesar Rp 9.631 miliar dan 31.805 orang serapan tenaga kerja," ucap Airlangga.

3. Kunjungan wisatawan nusantara terus didorong

Ilustrasi kunjungan wisatawan (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
Ilustrasi kunjungan wisatawan (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Dengan demikian, kata dia, kunjungan wisatawan nusantara juga terus didorong, khususnya pada 5 destinasi pariwisata super prioritas melalui penyelenggaraan berbagai event internasional.

Di antaranya, F1 Power Boat di Danau Toba dan ASEAN Tourism Forum 2023 di Borobudur. Termasuk event MotoGP, WSBK, dan MXGP di Mandalika, Likupang Tourism Festival di Likupang, dan Wonderful Indonesia Bersuara di Labuan Bajo.

Pemerintah juga memberikan kemudahan penyelenggaraan berbagai kegiatan mulai dari MICE, musik, hingga olahraga dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan dan keamanan.

"Upaya peningkatan jumlah penerbangan internasional dan pemberian kemudahan imigrasi pada subjek Bebas Visa Kunjungan Khusus Wisata (BVKKW) dan penambahan Subjek Visa Kunjungan Saat Kedatangan Khusus Wisata (VKSKKW) menjadi 60 negara, termasuk penerapan electronic visa on arrival (e-VOA) juga terus dilakukan," ucapnya. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Triyan Pangastuti
EditorTriyan Pangastuti
Follow Us

Latest in Business

See More

Listrik di Stasiun MRT-Mal di Jakarta Padam, PLN Buka Suara

10 Apr 2026, 04:04 WIBBusiness