Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tidak Cuma Garap KPR, BTN Incar Ekosistem Keuangan Keluarga

Tidak Cuma Garap KPR, BTN Incar Ekosistem Keuangan Keluarga
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu. (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
  • BTN mengubah fokus bisnis dari sekadar KPR menjadi pemberdayaan finansial keluarga, dengan segmen layanan berbasis kebutuhan setiap tahap kehidupan nasabah.
  • Bank ini memperluas jangkauan ke sektor gaya hidup, pendidikan, olahraga, fesyen, hingga ekosistem religi untuk membangun ekosistem keuangan keluarga yang lebih luas.
  • Meskipun memperluas layanan, BTN tetap menjadikan KPR sebagai jangkar utama bisnis sambil menghadirkan inovasi dan diversifikasi produk bagi seluruh anggota keluarga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mengubah arah peta jalan (road map) bisnisnya dengan tidak lagi sekadar menonjolkan produk kredit pemilikan rumah (KPR), melainkan fokus pada finansial keluarga.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyatakan perusahaan kini menyasar segmen keluarga sebagai basis layanan. Meski begitu, KPR tetap menjadi jangkar utama karena dianggap sebagai kebutuhan mendasar dalam sebuah rumah tangga.

"Kita ngomongnya sudah pemberdayaan finansial keluarga Indonesia. Clear ya beda banget ya enggak nyebut produk lagi tapi kita nyebut segmen keluarga," kata dia dalam media briefing di Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026).

1. Segmentasi layanan berdasarkan siklus hidup nasabah

Ilustrasi nasabah yang sedang melakukan transaksi online banking. (pexels.com/SHVETS production)
Ilustrasi nasabah yang sedang melakukan transaksi online banking. (pexels.com/SHVETS production)

Nixon menjelaskan BTN berupaya masuk ke dalam seluruh siklus hidup nasabah, mulai dari masa sekolah hingga pensiun. Langkah tersebut diambil karena setiap fase usia memiliki kebutuhan akses keuangan yang berbeda-beda.

Penekanan produk nantinya akan disesuaikan dengan segmentasi usia di dalam ekosistem nasabah. Strategi tersebut bertujuan agar BTN dapat melayani kebutuhan finansial nasabah secara menyeluruh di setiap tahapan hidup mereka.

"Nah, ini adalah why kita ngomongnya kebutuhan keluarga hari ini, enggak cuma ngomong mortgages. Karena kira-kira nih inilah life cycle yang terjadi yang akan kita layani di BTN," ujar dia.

2. Perluas jangkauan ke sektor gaya hidup dan pendidikan

pelayanan nasabah BTN Syariah
Potret pelayanan nasabah BTN (Dok. BTN)

BTN mulai masuk ke sektor di luar perumahan, seperti gaya hidup, olahraga, fesyen, hingga ekosistem religi. Nixon menyebut saat ini BTN telah mengelola akun ribuan gereja HKBP dan menjadi sistem pembayaran di tempat pariwisata.

"Ya university, kita juga masuk sangat serius ke banyak universitas negeri dan swasta. Kemudian kita juga dengan hospital," papar Nixon.

3. KPR tetap jadi bisnis utama di tengah perluasan layanan

IMG-20251010-WA0013.jpg
Berkat BTN, Bisa Miliki KPR. (Dok. Bank BTN).

Meski memperluas cakupan layanan, Nixon menegaskan bank milik negara tersebut tidak meninggalkan bisnis utamanya di sektor perumahan. Jadi, KPR tetap menjadi produk inti.

"Mortgages is something like jangkar tapi kebutuhan orang itu enggak cuma mortgage, semua kita layani dari mulai dia, anaknya, istrinya semua kita layani, all payment system-nya pun kita layani," kata dia.

Menurutnya, perubahan yang dilakukan BTN merupakan bagian dari inovasi untuk menyediakan jenis layanan yang lebih beragam bagi keluarga dibandingkan dengan model bisnis BTN di masa lalu.

"We are hadir di Indonesia 50 year consistent in mortgage 6 juta. Kecepatannya makin meningkat setelah ada program 3 juta rumah dan we are consistent. Hanya saja inovasinya yang berubah. Tetap rumah tapi inovasinya berubah dan jenis layanannya juga jadi banyak," ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More