Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penerima MBG Masih Didominasi Siswa Kaya dan Perkotaan
Anggota DEN Firman Hidayat. (YouTube/Sekretariat Presiden)
  • DEN menilai penerima MBG masih lebih banyak berasal dari siswa kaya dan perkotaan dibandingkan siswa miskin serta siswa di perdesaan.

  • Kajian DEN menunjukkan siswa penerima MBG cenderung lebih jarang absen, terutama dari kelompok masyarakat paling miskin.

  • Peningkatan semangat belajar berkaitan dengan kualitas menu MBG; 95 persen siswa menyatakan semangatnya meningkat saat menu sangat baik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
September 2025

Susenas mulai memuat modul khusus untuk mengkaji dampak MBG. Modul tersebut mencakup seluruh wilayah Indonesia.

Selasa (20/10/2026)

Firman Hidayat menyampaikan sorotan DEN mengenai distribusi penerima MBG dalam keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    DEN menyoroti penerima MBG masih didominasi siswa kaya dan perkotaan, serta menemukan kaitan program dengan kehadiran dan semangat belajar siswa.
  • Who?
    Dewan Ekonomi Nasional melalui Anggota DEN Firman Hidayat menyampaikan temuan dan prioritas penyaluran MBG.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan dalam keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
  • When?
    Selasa (20/10/2026), sementara modul Susenas mulai memuat kajian tersebut pada September 2025.
  • Why?
    DEN meminta penyaluran MBG memprioritaskan masyarakat miskin, siswa di perdesaan, dan wilayah 3T.
  • How?
    DEN mengkaji dampak MBG menggunakan modul khusus dalam Susenas yang disusun bersama BPS dan sejumlah lembaga lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

DEN melihat makanan gratis lebih sering diterima anak-anak kaya dan yang tinggal di kota. Mereka ingin anak miskin, anak di desa, dan daerah 3T lebih diprioritaskan. Studi DEN juga menemukan anak yang menerima MBG lebih jarang absen dan lebih semangat belajar jika makanannya berkualitas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kajian DEN menunjukkan MBG memiliki keterkaitan dengan kehadiran dan semangat belajar siswa. Siswa penerima program cenderung lebih jarang absen, terutama dari kelompok masyarakat paling miskin. Temuan bahwa kualitas menu berhubungan dengan semangat belajar juga memberi perhatian pada pentingnya mutu makanan dalam pelaksanaan program.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyoroti distribusi penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih lebih banyak menjangkau siswa di perkotaan dibandingkan perdesaan. Penerima MBG juga dinilai masih didominasi kelompok siswa kaya dibandingkan siswa miskin.

Anggota DEN Firman Hidayat mengatakan DEN meminta pemerintah memprioritaskan penyaluran MBG bagi masyarakat miskin, siswa di perdesaan, dan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Masih lebih banyak siswa kaya yang menerima dibandingkan siswa miskin gitu kan. Nah artinya perlu ada prioritas yang lebih baik," kata Firman dalam keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

1. DEN kaji dampak MBG melalui Susenas

ILustrasi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) (IDN Times/Rangga Erfizal)

DEN telah mengkaji dampak MBG terhadap kehadiran siswa di sekolah, semangat belajar, dan rasa lapar. Kajian tersebut menggunakan modul khusus dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang disusun DEN bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah lembaga lain.

Susenas yang mulai memuat modul tersebut pada September 2025 mencakup seluruh wilayah Indonesia. Hasil kajian menunjukkan adanya perbedaan kondisi antara siswa penerima MBG dan siswa yang belum menerima program tersebut.

"Jadi terlepas dari segala kekurangan yang dialami program MBG ini, kami melihat temuannya cukup menarik gitu ya," ujar dia.

2. Penerima MBG lebih jarang absen sekolah

ILustrasi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) (IDN Times/Rangga Erfizal)

Berdasarkan hasil studi DEN, siswa penerima MBG cenderung lebih jarang absen dibandingkan siswa yang tidak menerima program tersebut. Perbedaan itu terlihat cukup besar pada kelompok masyarakat paling miskin atau desil 1.

Siswa dari kelompok tersebut yang tidak menerima MBG cenderung lebih sering absen. Sebaliknya, siswa penerima MBG relatif lebih jarang tidak masuk sekolah. Penurunan ketidakhadiran siswa juga semakin besar seiring dengan meningkatnya intensitas penerimaan MBG di sekolah.

"Ini semakin tinggi berkurangnya absen seiring dengan intensitas penerimaan MBG di sekolahnya. Jadi saya kira ini satu hal yang positif," tuturnya.

3. Kualitas menu MBG berkaitan dengan semangat belajar

Ilustrasi dapur MBG di NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

DEN juga menemukan penerimaan MBG berkaitan dengan peningkatan semangat belajar siswa. Namun, hal tersebut bergantung pada kualitas makanan yang diberikan. Dalam studi tersebut, sebanyak 95 persen siswa penerima MBG menyatakan semangat belajar mereka meningkat ketika kualitas menu yang diterima sangat baik. Sebaliknya, angka tersebut turun ketika kualitas menu dinilai buruk.

"Artinya memang salah satu rekomendasi kami ke Bapak Presiden yang tadi kami sampaikan, perlu diperhatikan kualitas menu MBG gitu kan, karena ini berkorelasi dengan rasa lapar dan semangat belajar anak di sekolah," kata Firman.

Curated For You

Editorial Team

Related Article