Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pertamina Trans Kontinental Gencarkan Green Shipping Lewat 4 Program

Pertamina Trans Kontinental Gencarkan Green Shipping Lewat 4 Program
Lini bisnis penyedia kapal penunjang PT Pertamina Trans Kontinental (PTK). (dok. PTK)
Intinya Sih
  • PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) meluncurkan empat program green shipping, termasuk penggunaan LNG, shore connection, panel surya, dan sistem manajemen baterai untuk menekan emisi gas rumah kaca.
  • Penerapan Battery Management System dijadwalkan mulai kuartal I-2027 sebagai langkah mengurangi konsumsi solar dan memperkuat komitmen PTK terhadap keberlanjutan lingkungan di sektor pelayaran.
  • Sepanjang 2025, PTK berhasil menurunkan emisi hingga 66.721 ton CO2e melalui program Green Energy dan efisiensi operasional sebagai bagian dari strategi bisnis berkelanjutan perusahaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bitung, IDN Times - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menjalankan empat program untuk penerapan prinsip pelayaran ramah lingkungan (green shipping). Green shipping diterapkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meminimalisasi dampak negatif terhadap ekosistem laut.

Salah satu program yang akan segera diterapkan adalah Dewi mengatakan, penerapan battery management system (BMS). Ini merupakan sistem pengelolaan baterai yang mendukung penggunaan baterai sebagai sumber listrik cadangan (backup) pengganti generator saat kapal berlabuh.

“Selain dari yang sudah ada, kita pakai kapal dual fuel, ada juga yang sudah dipasang solar panel. Dan yang ke depan, yang di tahun depan kita akan coba pilot project untuk battery management system,” kata Dewi.

Sistem ini akan dimulai pada kuartal I-2027. Dengan sistem itu, diharapkan penggunaan solar sebagai bahan bakar kapal bisa berkurang.

“Memang kami menyadari bahwa ini membutuhkan satu investasi untuk program ini. Namun, ini adalah bagian dari komitmen perusahaan, mendukung Pertamina secara korporasi, menjaga kelestarian alam di program-program sustainability yang juga kita terapkan di kapal-kapal di lingkungan kerja PTK,” ujar Direktur Armada PTK, Dewi Susanti di Pantai Tangkoko, Bitung, Sulawesi Utara, dikutip Senin (20/7/2026).

1. Dorong penggunaan LNG pada mesin hingga penggunaan panel surya

IMG_5328.jpeg
Direktur Armada PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), Dewi Susanti. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Selain BMS, ada tiga program yang sudah dijalankan PTK. Pertama, penggunaan dual fuel main engine liquefied natural gas (LNG), yakni mesin induk yang menggunakan LNG sebagai bahan bakar utama dan high speed diesel (HSD) untuk proses pembakaran. Program ini telah dilakukan PTK sejak 2019.

Kedua, shore connection, yakni sistem yang menghubungkan kapal dengan sumber listrik dari darat (shore power) saat sandar di pelabuhan, sehingga kebutuhan listrik kapal dapat dipenuhi tanpa mengoperasikan generator kapal.

Ketiga, solar cell power generation system yang telah diterapkan sejak 2021. PTK menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dari panel surya untuk mendukung kebutuhan kelistrikan kapal, baik saat berlabuh maupun beroperasi, sehingga dapat mengurangi penggunaan generator dan konsumsi bahan bakar.

2. Penggunaan PLTS di kapal

IMG_8538.jpeg
Lini bisnis penyedia kapal penunjang PT Pertamina Trans Kontinental (PTK). (dok. PTK)

Untuk penggunaan PLTS, PTK sudah memasang panel surya di kapal Transko Pari, FC Dwipangga, dan Pipeboat.

“Di tahun 2026 kita juga lakukan lagi pemasangan solar panel di salah satu kapal kargo. Ini sifatnya lebih complicated sebetulnya di kargo, karena terkait dengan aturan, terkait dengan keselamatan yang lebih ketat,” tutur Dewi.

Tak hanya di kapal, panel surya juga dipasang di pelabuhan yang dikelola PTK, seperti Port Plaju dan Port Semarang, untuk penerapan konsep green port, sebagai bentuk upaya efisiensi penggunaan energi di lingkungan operasional perusahaan.

3. PTK catatkan penurunan 66.721 ton karbon dioksida sepanjang 2025

IMG_5330.jpeg
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), Eko Cahyadi. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PTK, Eko Cahyo mengatakan penerapan green shipping dan green port membutuhkan investasi besar bagi perusahaan. Namun, hal itu dilakukan sebagai komitmen perusahaan untuk keberlanjutan operasional perusahaan dan juga lingkungan.

“Kita memastikan proses bisnis yang berkelanjutan. Itu yang kita pentingkan, di samping juga tadi ada penghematan-penghematan yang bisa kita lakukan sebagai bagian upaya kita mengejar utamanya adalah berapa emisi karbon yang kita bisa turunkan,” ucap Eko.

Sebagai informasi, sepanjang 2025, PTK mencatatkan penurunan emisi sebesar 66.721 ton setara karbon dioksida (CO2e) melalui program Green Energy, inisiatif efisiensi energi, serta optimalisasi operasional yang lebih berkelanjutan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More