Jakarta, IDN Times - Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) menjadi salah satu agenda transformasi energi nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Dari 14 proyek tahap awal, sebanyak 11 proyek berada di Jawa dan Bali.
Bertambahnya pembangkit energi baru terbarukan (EBT) di wilayah tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi dalam pengelolaan sistem kelistrikan. PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B JAMALI) menyiapkan sistem pengaturan listrik untuk menghadapi perubahan pola pembangkitan.
General Manager PLN UIP2B JAMALI Munawwar Furqan menyebut pengelolaan listrik kini menghadapi dinamika yang semakin beragam. Selain kenaikan kebutuhan listrik, sistem juga harus menyesuaikan diri dengan digitalisasi operasi dan perubahan karakteristik sumber pembangkit.
“Transformasi energi bukan hanya soal menambah pembangkit EBT, tetapi juga memastikan sistem mampu mengelola karakteristik pembangkit yang semakin beragam” kata Munawwar dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10/2026).
