Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan kembali sikap negaranya yang melarang wilayah Malaysia dijadikan titik transit pengiriman kargo bagi operasi militer Israel. Penegasan tersebut dia sampaikan melalui unggahan di media sosial X, menyusul laporan mengenai penyitaan sejumlah peti kemas tujuan Israel oleh otoritas pelabuhan.
Anwar menyatakan bahwa Malaysia tetap berkomitmen untuk mencegah wilayahnya dimanfaatkan dalam mendukung agresi militer maupun tindakan terhadap warga yang tidak bersalah. Sikap ini mempertegas langkah pemerintah dalam memperketat pengawasan lalu lintas pengiriman barang di pelabuhan-pelabuhan nasional.
