Convention TADEA 2026: Dorong Profesionalisme Tenaga Pemasar
AAJI menggelar TADEA 2026 untuk mengapresiasi tenaga pemasar asuransi jiwa sekaligus mempertemukan mereka dengan pembicara lintas industri.
OJK menekankan profesionalisme, kualitas SDM, dan pemanfaatan AI; teknologi tidak menggantikan tenaga profesional, tetapi meningkatkan keunggulan mereka yang mampu menggunakannya efektif.
Pada penyelenggaraan ke-39, TAA bertransformasi menjadi TADEA dengan penghargaan yang mencakup agen tradisional serta kanal bancassurance, telemarketing, digital, dan kemitraan strategis.
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) kembali menggelar Top Agent & Distribution Excellence Awards (TADEA) 2026, ajang penghargaan bagi tenaga pemasar asuransi jiwa atas dedikasi dan kinerja terbaik dalam memperluas akses perlindungan bagi masyarakat. Selain memberikan apresiasi, TADEA 2026 turut menghadirkan agenda Convention yang mempertemukan tenaga pemasar dengan berbagai pembicara inspiratif dari dalam maupun luar industri asuransi.
1. Profesionalisme dan peran AI dalam industri asuransi
Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (PPDP) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat memberikan keynote speech bertajuk “Redefining Agency & Distribution: From Expanding Reach to Strengthening Protection”. Dalam keynote speech bertajuk "Redefining Agency & Distribution: From Expanding Reach to Strengthening Protection", Kepala Eksekutif Pengawas PPDP OJK, Ogi Prastomiyono, menyoroti pentingnya profesionalisme tenaga pemasar dalam membangun kepercayaan nasabah. Ia juga memaparkan agenda reformasi OJK untuk meningkatkan standar industri serta pentingnya pengembangan SDM bagi generasi berikutnya di industri asuransi.
Ogi menegaskan bahwa AI tidak akan menggantikan peran tenaga profesional, namun mereka yang mampu memanfaatkan teknologi ini secara efektif akan memiliki kinerja lebih unggul dibandingkan yang tidak. Menurutnya, fokus utama bukan pada jumlah, melainkan kualitas SDM, karena SDM yang adaptif dan kompeten dalam memanfaatkan AI akan menjadi penggerak utama masa depan industri asuransi Indonesia.
2. Insight dari tokoh inspiratif lintas industri
Susi Pudjiastuti, Entrepreneur & Independent Activist, saat berbagi pengalamannya dalam Convention TADEA 2026 dalam sesi bertajuk “Preserving Trust, Creating Meaning”. Convention TADEA 2026 menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai latar belakang. Susi Pudjiastuti, Entrepreneur & Independent Activist, melalui sesi "Preserving Trust, Creating Meaning", membahas bagaimana keberanian, konsistensi, dan solusi nyata dapat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan sekaligus menciptakan purpose dan impact yang bermakna. Jaslyn NG, peraih Asia Insurance Agent of The Year 2024, memperkenalkan prinsip TRUST—Talk less, ask the Real question, Underpromise overdeliver, Show up, dan stay True, sebagai landasan membangun hubungan dengan nasabah berdasarkan integritas dan tanggung jawab.
Selain itu, Thomas Suhardja, Chief Human Capital Officer Halodoc, membagikan perspektif mengenai peran teknologi dalam menyederhanakan akses layanan kesehatan. Sementara dr. Candrati Sukardji, Indonesia Country Manager IHH Healthcare, membahas upaya memperluas akses layanan kesehatan melalui kolaborasi dengan industri asuransi.
3. Transformasi TAA menjadi TADEA
Albertus Wiroyo, Ketua Dewan Pengurus AAJI saat memberikan sambutan dalam acara Convention TADEA 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-39, Top Agent Awards (TAA) resmi bertransformasi menjadi Top Agent & Distribution Excellence Awards (TADEA), seiring berkembangnya keragaman kanal distribusi di industri asuransi. Cakupan penghargaan kini tidak lagi terbatas pada agen individu dari kanal keagenan tradisional, tetapi juga mengapresiasi kanal distribusi modern seperti bancassurance, telemarketing, digital, hingga kemitraan strategis lainnya.
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo, menyampaikan bahwa keberagaman perspektif dalam Convention TADEA 2026 diharapkan mendorong peserta menerapkan pembelajaran dalam pekerjaan sehari-hari. Ia berharap tenaga pemasar tidak hanya pulang membawa ilmu, tetapi juga semangat untuk terus berkembang, karena kemajuan ditentukan oleh konsistensi dalam menerapkan apa yang telah dipelajari. (WEB/AD)





















