Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo Klaim Swasembada Pangan Tercapai Lebih Cepat dari Target
Presiden RI, Prabowo Subianto memberikan pidato dalam dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2026 di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo menyatakan Indonesia mencapai swasembada pangan dalam satu tahun, lebih cepat dari target awal empat tahun, dalam pidato Sidang Tahunan MPR dan sidang bersama DPR-DPD 2026.
  • Prabowo melaporkan pangan Indonesia dalam kondisi aman di tengah kekhawatiran global terhadap kelangkaan pangan akibat cuaca tak menentu, serta menegaskan kesiapan menghadapi ancaman El Nino.
  • Pemerintah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk, menurunkan harganya 20 persen, dan meningkatkan ketersediaan bagi petani; kebijakan ini disebut mendorong produksi pangan nasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Presiden Prabowo bilang Indonesia sudah bisa punya makanan cukup untuk rakyat lebih cepat. Targetnya dulu empat tahun, tapi jadi satu tahun. Pemerintah membuat pupuk lebih mudah didapat petani. Harga pupuk turun 20 persen dan jumlahnya bertambah. Sekarang makanan Indonesia katanya aman, walau cuaca bisa berubah-ubah dan ada El Nino.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan jauh lebih cepat dari target awal. Menurutnya, target yang sebelumnya diperkirakan dapat dicapai dalam empat tahun, kini berhasil diwujudkan hanya dalam waktu satu tahun.

“Karena kebijakan-kebijakan dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan tercapai dalam empat tahun, ternyata berhasil kita capai dalam waktu satu tahun,” ujar Prabowo dalam Pidato kenegaraannya Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo mengatakan, capaian tersebut menjadi kabar baik di tengah kondisi dunia yang saat ini menghadapi kekhawatiran terhadap potensi kelangkaan pangan akibat perubahan cuaca yang tidak menentu.

“Di tengah dunia sekarang yang sangat khawatir terhadap kelaparan massal akibat kesulitan pangan dan cuaca yang tidak menentu, alhamdulillah dapat saya laporkan di majelis ini, soal pangan, makanan untuk rakyat Indonesia dalam keadaan aman,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah juga siap menghadapi berbagai tantangan ke depan, termasuk ancaman El Nino yang diperkirakan dapat menjadi salah satu yang terberat.

“Kita akan mampu menghadapi tantangan-tantangan, termasuk tantangan El Nino yang katanya tahun ini paling berat, paling dahsyat,” ujar Prabowo.

Menurutnya, keberhasilan mencapai swasembada pangan tidak terlepas dari keberanian pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan dan melakukan pembenahan kebijakan.

Salah satunya dilakukan melalui penyederhanaan aturan penyaluran pupuk. Pemerintah telah menghapus 145 aturan yang dinilai menghambat penyaluran pupuk kepada petani.

Selain itu, pemerintah berhasil menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen. Prabowo menyebut kebijakan tersebut menjadi pertama kalinya dalam sejarah Indonesia harga pupuk dapat diturunkan sekaligus meningkatkan volume ketersediaannya bagi rakyat.

“Seratus empat puluh lima (145) aturan penyaluran pupuk telah kita hilangkan. Harga pupuk berhasil kita turunkan 20 persen. Hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah NKRI,” kata Prabowo.

Ia menambahkan, penurunan harga pupuk tersebut tidak dilakukan dengan mengorbankan ketersediaan. Sebaliknya, volume pupuk yang tersedia bagi petani justru ditingkatkan sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh pupuk.

“Jadi, harga turun, tapi volume ketersediaan pupuk tambah untuk rakyat kita. Sekarang rakyat kita mudah mendapatkan pupuk,” ujarnya.

Menurut Prabowo, kemudahan akses dan peningkatan ketersediaan pupuk tersebut turut mendorong kenaikan produksi pangan nasional. Kondisi itu pada akhirnya mempercepat pencapaian target swasembada pangan Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article