Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah masih mencari cara yang lebih inovatif untuk mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat. Menurut dia, capaian yang ada saat ini patut diapresiasi, tetapi belum mampu memenuhi kebutuhan perumahan yang masih sangat besar.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Akad Massal 62 ribu unit KPR rumah subsidi di seluruh Indonesia yang dipusatkan di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
"Kita sadar bahwa apa yang sudah kita capai adalah cukup membanggakan tapi kita sadar juga bahwa kebutuhannya masih sangat-sangat banyak. Dan kita sedang merencanakan, kita sedang mempelajari cara-cara yang lebih inovatif," katanya.
Karena itu, pemerintah mulai mempelajari pengalaman sejumlah negara sebagai bahan perbandingan. Prabowo menilai Indonesia tidak boleh ragu belajar dari negara lain jika ingin melakukan transformasi dan mempercepat pembangunan.
"Saya tertarik ada pengalaman sebagai contoh, pengalaman bangsa India. Mereka mampu membuat rumah 40 juta rumah dalam 12 tahun. Jadi kira-kira 3 juta rumah setahun," ujar Prabowo.
Pengalaman itu kini sedang dipelajari pemerintah, termasuk teknik yang digunakan untuk mencapai angka pembangunan tersebut. Menurut Prabowo, pendekatan yang terbukti berhasil tetap akan dipertahankan, tetapi Indonesia juga perlu berani mencoba cara baru.
"Saya percaya dengan keberanian, keberanian berpikir, keberanian belajar dari orang lain, keberanian mengambil risiko, keberanian berbuat, keberanian mencari inovasi dan terobosan, mungkin kita bisa dapat hal-hal yang baik," kata Prabowo.
