Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo Tegaskan RI Harus Punya Kendali Tentukan Harga Komoditas Sendiri
Presiden RI, Prabowo Subianto memberikan pidato dalam dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2026 di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo menegaskan Indonesia harus mengendalikan harga komoditas strategis dari kekayaan alam sendiri, yang selama ini banyak ditentukan pihak luar negeri.
  • Ia menyatakan nikel, timah, emas, batu bara, gas, minyak, hingga kopi dapat disimpan atau digunakan di dalam negeri jika harga yang ditawarkan tidak diterima.
  • Prabowo menargetkan bursa mineral dan komoditas strategis Indonesia beroperasi mulai 1 Januari 2027 di bawah pengawasan OJK, dengan tetap mempertimbangkan mekanisme pasar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia harus memiliki kendali atas komoditas strategis yang berasal dari kekayaan alam sendiri. Dia menyoroti harga komoditas Indonesia yang selama ini banyak ditentukan pihak luar negeri.

Menurutnya, Indonesia sebagai pemilik kekayaan alam seharusnya memiliki kendali lebih besar atas harga komoditas strategisnya melalui bursa yang berada di dalam negeri.

"Saya katakan di sini, saya yakin saudara-saudara mendukung saya. Kalau mereka tidak mau bayar harga yang kita pasang, enggak usah beli! Lebih baik komoditas itu, nikel itu, timah itu, emas itu, semuanya biar di tanah untuk anak cucu kita!" ujar Prabowo dalam pembacaan Nota Keuangan di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Pernyataan tersebut disambut sorakan anggota dewan di Senayan. Prabowo menyebut sejumlah komoditas lain yang menurutnya juga perlu dijaga untuk kepentingan Indonesia.

"Batu bara kita, gas kita, minyak kita, biar di tanah!" katanya, yang kemudian disambut jawaban "Betul!" dari hadirin.

Prabowo juga menyinggung komoditas pertanian Indonesia. Dia mengatakan, jika pihak luar tak setuju dengan harga kopi yang ditetapkan, kopi itu bisa dinikmati masyarakat sendiri.

"Kopi kita, biar kita minum sendiri!" ujar Prabowo yang disambut sorakan.

Meski demikian, Prabowo mengakui pengelolaan komoditas harus mempertimbangkan mekanisme pasar. Menurutnya, harga yang terlalu tinggi juga tidak masuk akal.

"Tapi tentunya kita juga mengerti mekanisme pasar. Kalau harga terlalu tinggi, itu juga enggak masuk akal," katanya.

Untuk itu, Prabowo menargetkan Indonesia memiliki bursa mineral dan komoditas strategis sendiri mulai 1 Januari 2027. Bursa tersebut akan di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kita akan segera operasionalkan bursa mineral dan komoditas strategis di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan," ujar Prabowo.

Curated For You

Editorial Team

Related Article