Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Produksi Tembus ATH, PGEO Raup Pendapatan Rp7,35 Triliun pada 2025

Produksi Tembus ATH, PGEO Raup Pendapatan Rp7,35 Triliun pada 2025
ilustrasi PLTP Lumut Balai Unit 2 PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Dok PGEO
Intinya Sih
  • Pertamina Geothermal Energy (PGE) mencatat pendapatan Rp7,35 triliun pada 2025, naik 6,29 persen yoy, dengan produksi panas bumi mencapai level tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
  • PGE membukukan laba bersih 137,67 juta dolar AS dan menargetkan pertumbuhan berkelanjutan melalui optimalisasi potensi panas bumi serta pengembangan kapasitas hingga 3 gigawatt dari 15 wilayah kerja.
  • Perusahaan memperkuat sinergi BUMN lewat kolaborasi dengan PLN Indonesia Power untuk mengembangkan 19 proyek panas bumi berkapasitas total 530 MW guna mendukung transisi energi bersih nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE membukukan total pendapatan sebesar 432,73 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp7,35 triliun sepanjang 2025.

Direktur Keuangan PGE, Yurizki Rio menyatakan, capaian tersebut meningkat 6,29 persen year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 407,12 juta dolar AS.

"Capaian ini menunjukkan kinerja PGE yang tetap berada pada jalur yang sehat, mencerminkan fundamental keuangan Perseroan yang kuat. Kondisi tersebut turut didukung oleh kinerja operasional yang mencatatkan produksi tertinggi sepanjang sejarah atau all-time high dengan kenaikan produksi sebesar 5,6 persen pada 2025," kata Yurizki dalam pernyataan resminya, Senin (9/3/2026).

1. Laba bersih PGE

Produksi Tembus ATH, PGEO Raup Pendapatan Rp7,35 Triliun pada 2025
ilustrasi laba bersih (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain itu, Yurizki juga menjelaskan, secara umum laporan keuangan PGE per 31 Desember 2025 juga menunjukkan angka positif. PGE mampu membukukan laba bersih senilai 137,67 juta dolar AS. Kemudian total aset yang dimiliki PGE sebesar 3,03 miliar dolar AS serta kas dan setara kas pada angka 718,5 juta dolar AS.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani mengungkapkan, perseroan menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan seiring dengan upaya optimalisasi potensi panas bumi nasional. Menurut Ahmad, PGE memiliki visi untuk berkembang menjadi world leading geothermal producer. Artinya, tidak hanya unggul dari sisi kapasitas terpasang, tetapi juga diakui sebagai geothermal center of excellence di tingkat global.

"Untuk mencapai hal tersebut, perseroan menjalankan tiga strategi utama, yakni menjaga keandalan operasional PLTP eksisting dengan total kapasitas 727 megawatt (MW) yang dikelola secara mandiri, mendorong ekspansi dan pertumbuhan bisnis, serta mengembangkan sumber pendapatan masa depan (future revenue streams). Seluruh upaya ini dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, disiplin investasi, dan komitmen kuat terhadap ESG,” tutur dia.

2. PGE fokus pertumbuhan jangka panjang

Produksi Tembus ATH, PGEO Raup Pendapatan Rp7,35 Triliun pada 2025
PLTP Lumut Balai Unit 2 milik Pertamina Geothermal (PGE).

Di sisi lain, Yurizki menjelaskan, saat ini PGE berfokus pada pertumbuhan jangka panjang dengan berinvestasi pada berbagai proyek quick win untuk meningkatkan kapasitas terpasang dan produksi panas bumi. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kinerja keuangan perseroan secara berkelanjutan. Di saat yang sama, PGE juga terus memperluas kapasitas terpasang melalui sejumlah proyek strategis di berbagai wilayah kerja panas bumi.

"Dalam jangka panjang, perseroan menargetkan kapasitas terpasang hingga 3 gigawatt (GW) yang telah teridentifikasi dari 15 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola," kata Yurizki.

Beberapa proyek kunci PGE untuk mencapai target tersebut antara lain pengembangan Lumut Balai Unit 3 dan 4 (2×55 MW), Hululais Unit 1 dan 2 (110 MW), serta Lahendong Unit 7 & 8 (2×20 MW) dan Binary Unit (10 MW). PGE juga tengah mengembangkan sejumlah proyek co-generation dengan total kapasitas 230 MW.

3. Perkuat sinergi BUMN

Produksi Tembus ATH, PGEO Raup Pendapatan Rp7,35 Triliun pada 2025
Pertamina melalui PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) terus memperkuat komitmen transisi energi dengan mengembangkan Pilot Plant Green Hydrogen di Ulubelu, Lampung. (Dok. Pertamina)

Selain itu, PGE juga terus memperkuat sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mendorong percepatan transisi menuju energi bersih.

Pada Agustus lalu, PGE menjalin kerja sama dengan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) untuk mempercepat pengembangan panas bumi melalui 19 proyek eksisting dengan total kapasitas 530 MW. Melalui kolaborasi ini, potensi tambahan kapasitas diperkirakan dapat mencapai hingga 1.130 MW, yang berasal dari wilayah kerja yang telah berproduksi maupun area prospektif baru.

Langkah ini sekaligus menegaskan kontribusi PGE dalam mendukung target perluasan kapasitas pembangkit berbasis energi baru terbarukan hingga 76 persen pada periode 2025-2034 sebagaimana tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

"Melalui berbagai upaya ini, PGE berupaya memastikan bahwa manfaat pemanfaatan energi panas bumi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Indonesia," kata Yurizki.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More