Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Profil Yulius Bhayangkara, dari Pialang Asuransi hingga Ketua DAI
Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Yulius Bhayangkara. (Dok. DAI)
  • Yulius Bhayangkara memandang asuransi sebagai sektor yang menjalankan tanggung jawab perlindungan, bukan sekadar bisnis pengalihan risiko.

  • Perjalanan kariernya mencakup perusahaan pialang, pendirian Sedana Reinsurance Broker, serta berbagai organisasi dan lembaga perasuransian.

  • Di DAI, ia menaruh perhatian pada integritas, profesionalisme, regenerasi kepemimpinan, dan kolaborasi industri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2005

Yulius memulai karier sebagai personal lines marketing manager di American International Underwriter.

Setahun kemudian

Yulius bergabung dengan JLT Asia dan mengembangkan karier selama lebih dari 12 tahun.

2006-2009

Ia menjabat sebagai financial solution manager di JLT Asia. Ia menangani akun lembaga keuangan serta produk financial lines.

2010-2011

Yulius mengikuti program Certified Indonesia Insurance Broker di APARI dan meraih tingkat tertinggi atau CIIB.

Januari 2015 hingga September 2017

Yulius menjabat sebagai director dan memimpin lini financial lines, usaha kecil dan menengah, serta affinity di JLT Indonesia.

September 2017

Yulius dipercaya menjadi marketing director JLT Indonesia dengan tanggung jawab pemasaran dan pengembangan bisnis baru.

Agustus 2018

Masa tanggung jawab Yulius sebagai marketing director JLT Indonesia berakhir.

September 2018

Yulius mendirikan PT Sedana Proteksi Sinergi atau Sedana Reinsurance Broker dan menjabat sebagai chief executive officer.

Oktober 2022

Yulius menjabat sebagai ketua APPARINDO.

November 2022

Yulius tercatat sebagai direktur non-eksekutif LSPPI.

Desember 2022

Yulius menjadi anggota dewan penasihat APARI.

Juni 2023

Yulius bergabung sebagai anggota dewan pengawas Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan.

Mei 2024

Yulius menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia.

Selasa (27/10/2026)

Yulius menyampaikan pandangannya kepada IDN Times bahwa asuransi bukan sekadar bisnis pengalihan risiko, tetapi bisnis yang memberikan kepastian di tengah ketidakpastian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Yulius Bhayangkara menjalani perjalanan karier di industri asuransi hingga menjadi Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia.
  • Who?
    Yulius Bhayangkara, Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia, yang berpengalaman di perusahaan dan organisasi perasuransian.
  • Where?
    Perjalanan tersebut berlangsung di sejumlah perusahaan dan organisasi perasuransian, termasuk JLT Indonesia, Sedana Reinsurance Broker, dan DAI.
  • When?
    Kariernya dimulai pada 2005 dan berlanjut hingga menjabat Ketua Umum DAI pada Mei 2024.
  • Why?
    Yulius memandang asuransi memiliki tanggung jawab memenuhi janji perlindungan dan berperan dalam menjaga keberlangsungan kehidupan, usaha, serta perekonomian.
  • How?
    Ia membangun pengalaman melalui karier, pendirian perusahaan, keterlibatan organisasi, pendidikan, dan berbagai sertifikasi profesional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yulius Bhayangkara bekerja lama di bidang asuransi. Ia pernah menjadi pialang, mendirikan perusahaan, lalu menjadi Ketua Umum DAI. Ia ingin asuransi membantu orang saat mengalami kesulitan. Sekarang, ia ingin industri asuransi lebih dipercaya, lebih profesional, dan melahirkan pemimpin baru.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perjalanan Yulius menunjukkan adanya upaya memperkuat industri asuransi melalui pengalaman profesional, pendidikan, sertifikasi, dan keterlibatan dalam organisasi. Fokusnya pada integritas, perlindungan nasabah, pengembangan pemimpin baru, serta kolaborasi dapat menjadi bagian dari proses membangun industri yang lebih profesional dan dipercaya masyarakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Yulius Bhayangkara melihat industri asuransi sebagai sektor jasa keuangan yang tidak hanya menawarkan peluang karier dan bisnis. Baginya, asuransi memiliki tanggung jawab lebih besar, yakni memenuhi janji perlindungan ketika nasabah menghadapi kesulitan.

Pandangan tersebut tumbuh seiring perjalanan Yulius di industri asuransi. Dia menilai, asuransi berperan penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan, usaha, hingga perekonomian. Industri ini juga memiliki kompleksitas karena mempertemukan aspek keuangan, hukum, manajemen risiko, hubungan antarmanusia, dan kepercayaan.

"Bagi saya, asuransi bukan sekadar bisnis pengalihan risiko, tetapi bisnis yang memberikan kepastian di tengah ketidakpastian," kata Yulius kepada IDN Times, Selasa (27/10/2026).

1. Perjalanan karier Yulius Bhayangkara di industri asuransi

ilustrasi asuransi travel (pexels.com/Leeloo The First)

Yulius memiliki pengalaman panjang di industri asuransi dan jasa keuangan. Sebelum menduduki posisi Ketua Umum DAI, dia telah meniti karier di sejumlah perusahaan serta organisasi yang bergerak di bidang perasuransian.

"Saya melihat salah satu titik balik penting dalam perjalanan karier saya adalah ketika perspektif saya berubah, dari seorang profesional yang berorientasi pada pencapaian bisnis menjadi seseorang yang merasa memiliki tanggung jawab untuk membangun organisasi, mengembangkan orang lain, dan memberikan kontribusi bagi industri," tuturnya.

Kariernya tercatat dimulai pada 2005 sebagai personal lines marketing manager di American International Underwriter. Setahun kemudian, dia bergabung dengan JLT Asia dan mengembangkan karier selama lebih dari 12 tahun.

Di JLT Asia, Yulius pernah menjabat sebagai financial solution manager pada 2006-2009. Dia menangani akun lembaga keuangan serta produk financial lines. Pada periode berikutnya, dia menjabat associate director dengan tanggung jawab di divisi professional executive, usaha kecil dan menengah, serta affinity.

Kariernya berlanjut sebagai director pada Januari 2015 hingga September 2017. Dalam posisi tersebut, ia memimpin lini financial lines, usaha kecil dan menengah, serta affinity di JLT Indonesia.

Pada September 2017, Yulius dipercaya menjadi marketing director JLT Indonesia. Tanggung jawabnya mencakup pemasaran dan pengembangan bisnis baru hingga Agustus 2018.

Setelah berkarier di JLT Asia, Yulius mendirikan PT Sedana Proteksi Sinergi atau Sedana Reinsurance Broker pada September 2018. Ia menjabat sebagai chief executive officer sekaligus menjadi salah satu pendirinya.

"Membangun SedanaRe sebagai perusahaan pialang reasuransi merupakan bagian penting dari perjalanan tersebut. Saya belajar bahwa membangun perusahaan bukan hanya persoalan modal dan strategi, tetapi juga membangun kepercayaan, membentuk tim yang kuat, dan menciptakan nilai bagi para mitra bisnis," ujar dia.

Selain menjalankan perusahaan, Yulius aktif di berbagai organisasi dan lembaga yang berkaitan dengan industri asuransi.

Pada Oktober 2022, ia menjabat sebagai ketua Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO). Pada Desember 2022, dia juga menjadi anggota dewan penasihat The Association of Indonesian Qualified Insurance and Reinsurance Brokers (APARI).

Pada November 2022, Yulius tercatat sebagai direktur non-eksekutif Lembaga Sertifikasi Profesi Perasuransian Indonesia (LSPPI). Perannya berkaitan dengan penguatan standar profesi, kualitas sertifikasi, dan pengembangan sumber daya manusia di sektor perasuransian.

Pada Juni 2023, dia bergabung sebagai anggota dewan pengawas Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan.

Perjalanan tersebut berlanjut pada Mei 2024, ketika Yulius menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia. Dalam posisi ini, dia menaruh perhatian pada kepercayaan masyarakat, profesionalisme, dan kerja sama di antara pelaku industri asuransi.

2. Pendidikan dan sertifikasi profesional Yulius Bhayangkara

Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Yulius Bhayangkara. (IDN Times/Trio Hamdani)

Yulius menempuh pendidikan sarjana ilmu sosial di Universitas Nasional. Dia juga memiliki sejumlah kualifikasi profesional yang berkaitan dengan asuransi, manajemen risiko, dan pengembangan kompetensi.

Pada 2010-2011, Yulius mengikuti program Certified Indonesia Insurance Broker di APARI dengan bidang keahlian pialang asuransi dan manajemen risiko. Dia tercatat meraih tingkat tertinggi atau CIIB.

Dia juga menyandang kualifikasi Senior Associate CIP dari Australian New Zealand Institute of Insurance and Finance (ANZIIF) di bidang asuransi dan keuangan.

Selain itu, Yulius memiliki kualifikasi sebagai asesor dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dia juga tercatat memiliki sertifikasi tingkat 7, sebagai tingkat tertinggi untuk pialang asuransi Indonesia, dari BNSP melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Perasuransian Indonesia.

Di bidang tata kelola risiko, Yulius turut memiliki sertifikasi Certified in Risk Governance Professional (CRGP) dari Lembaga Sertifikasi Profesi Manajemen Risiko.

3. Warisan yang ingin ditinggalkan Yulius bagi industri asuransi Indonesia

ilustrasi asuransi (pexels.com/Kindel Media)

Bagi Yulius, keberhasilan kepemimpinan tidak cukup diukur dari program, jabatan, atau penghargaan yang pernah diraih. Dia ingin menjadi bagian dari generasi yang mendorong industri asuransi Indonesia berkembang menjadi lebih baik, profesional, dan dipercaya masyarakat.

Ada tiga hal yang menjadi perhatian Yulius dalam perjalanan tersebut. Pertama, membangun industri yang memiliki integritas dan mampu memenuhi janji perlindungan kepada nasabah. Kedua, mendorong lahirnya generasi pemimpin baru dengan kompetensi, karakter, dan keberanian untuk membawa industri berkembang. Ketiga, memperkuat budaya kolaborasi di antara pelaku industri agar manfaat yang dihasilkan dapat lebih besar.

"Saya ingin industri asuransi menjadi bagian penting dari ketahanan ekonomi nasional dan memberikan perlindungan kepada semakin banyak masyarakat Indonesia," ujar Yulius.

Menurutnya, perubahan besar di industri tidak dapat diselesaikan oleh satu orang atau satu generasi. Setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perkembangan yang telah dicapai dan meninggalkan industri dalam kondisi lebih baik.

Dia berharap masyarakat semakin percaya kepada asuransi, lebih banyak keluarga dan usaha memperoleh perlindungan, serta semakin banyak pemimpin berkualitas lahir dari sektor tersebut.

Bagi Yulius, capaian itu akan menjadi ukuran bahwa perjalanan dan pengabdiannya di industri asuransi telah memberikan manfaat. Dia ingin industri asuransi Indonesia terus berkembang ke arah yang lebih baik, sejalan dengan prinsip yang menjadi pegangannya, yakni Indonesia Insurance Keeps Getting Better.

Curated For You

Editorial Team

Related Article