Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Proyek Satelit Rp7 Triliun siap Genjot Kecepatan Internet RI

Proyek Satelit Rp7 Triliun siap Genjot Kecepatan Internet RI
Satelit Nusantara Lima (N5) (psn.co.id)
Intinya Sih
  • Satelit Nusantara Lima senilai Rp7 triliun lolos Uji Laik Operasi dan siap meluncur komersial untuk mempercepat internet nasional, terutama di wilayah timur Indonesia.
  • Dengan kapasitas 160 Gbps dan teknologi VHTS, Satelit N5 menjadi satelit terbesar di Asia yang menjangkau seluruh Indonesia hingga negara ASEAN tetangga.
  • Memiliki masa operasional lebih dari 15 tahun, Satelit N5 dipastikan laik operasi secara teknis dan siap mendukung konektivitas digital serta keamanan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Proyek satelit senilai Rp7 triliun-7,5 triliun, yakni Satelit Nusantara Lima (N5) telah lolos Uji Laik Operasi (ULO).

Satelit itu akhirnya mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (JARTUPSAT) dan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dari pemerintah.

1. Bakal genjot kecepatan internet di Indonesia Timur

Proyek Satelit Rp7 Triliun siap Genjot Kecepatan Internet RI
Direktur Utama PT Satelit Nusantara Tiga, Adi Rahman Adiwoso, di Stasiun Bumi Satria-1, Desa Matungkas, Dimembe, Minut, Sulawesi Utara, Kamis (28/12/2023). IDNTimes/Ungke Pepotoh/bt

Adapun ULO dilaksanakan di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada 23-24 April 2026. Dengan demikian, selangkah lagi Satelit N5 akan meluncur secara komersial.

Dengan kapasitas 160 Gbps, Satelit N5 akan menjadi pemain utama dalam meningkatkan kapasitas satelit nasional. Kehadiran Satelit N5 merupakan aset strategis bagi penguatan ekosistem digital nasional, di mana Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan kecepatan internet di Indonesia rata-rata menjadi 100 Mbps pada 2029.

Pemerintah juga memastikan internet yang dipancarkan dari Satelit N5 dapat segera dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat layanan publik di daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses digital.

“Kami siap menjalankan misi besar selanjutnya sekaligus mendukung terwujudnya program Asta Cita untuk mengakselerasi pemerataan konektivitas dan mengeliminasi kesenjangan akses internet di pelosok Nusantara,” kata Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Adi Rahman Adiwoso, dikutip Selasa (12/5/2026).

2. Satelit terbesar di Asia

Proyek Satelit Rp7 Triliun siap Genjot Kecepatan Internet RI
Satelit Nusantara Lima sukses diluncurkan ke orbit dengan roket Falcon 9 milik Space Exploration Technologies (SpaceX) dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, pada Kamis (11/9) waktu setempat (dok. Pasifik Satelit Nusantara)

Satelit N5 menjadi satelit terbesar di Asia dengan spesifikasi Very High Throughput Satellite (VHTS) berkapasitas 160 Gbps yang dirancang untuk mendukung transformasi digital nasional. Menggunakan platform Boeing 702MP dengan 101 spot beam Ka-band, satelit ini memiliki jangkauan luas di seluruh wilayah Indonesia hingga ke negara tetangga di ASEAN, seperti Malaysia dan Filipina.

Keberhasilan ULO akan menjadi hilir dari rangkaian panjang sejak peluncurannya di Florida pada September 2025, yang dilanjutkan dengan fase Electric Orbit Raising (EOR) hingga berhasil menempati slot orbit 113° Bujur Timur pada Januari 2026.

Tuntasnya tahap pengujian teknis itu memastikan seluruh infrastruktur ruas bumi, termasuk tujuh stasiun bumi yang tersebar dari Aceh hingga Tarakan, telah terintegrasi sempurna dengan segmen luar angkasa.

3. Masa operasional lebih dari 15 tahun

Proyek Satelit Rp7 Triliun siap Genjot Kecepatan Internet RI
Satelit Nusantara Lima sukses diluncurkan ke orbit dengan roket Falcon 9 milik Space Exploration Technologies (SpaceX) dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, pada Kamis (11/9) waktu setempat (dok. Pasifik Satelit Nusantara)

Satelit itu memiliki masa operasional yang dirancang lebih dari 15 tahun. Satelit N5 siap beroperasi penuh untuk menghadirkan konektivitas internet berkecepatan tinggi yang andal bagi masyarakat, pelaku usaha, hingga penguatan sektor keamanan nasional di seluruh pelosok Nusantara.

Ketua Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi, Falatehan, yang bertanggung jawab langsung atas pelaksanaan teknis pengujian di lapangan, menyatakan seluruh rangkaian uji telah dilakukan secara komprehensif, transparan dan ketat, dengan mengacu pada standar dan ketentuan yang termaktub di dalam Peraturan Menteri Kominfo No. 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi. ULO ini untuk memvalidasi bahwa sistem Satelit N5 dapat dioperasikan secara efektif, aman, dan sesuai regulasi.

“Sistem Satelit N5 memiliki performa yang laik untuk dioperasikan secara komersial. Kepastian kelayakan ini sangat penting demi melindungi hak-hak pengguna jasa telekomunikasi di masa depan agar mendapatkan layanan yang berkualitas dan andal,” ujar Falatehan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Related Articles

See More