Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengumumkan sebanyak 652 perusahaan akan hilang dalam proses pemangkasan jumlah BUMN. Dengan proses itu, jumlah entitas BUMN yang melebihi 1.000 perusahaan, hanya akan tersisa 250 perusahaan.
“Kurang lebih nanti total yang akan kita selesaikan itu 652 perusahaan yang akan hilang. Dan sehingga nanti kita hanya akan punya 250 perusahaan,” kata Dony dikutip Jumat, (7/8/2026).
Dony mengatakan, proses konsolidasi atau streamlining sedang menyasar 274 perusahaan.
“Kami laporkan sebelumnya bagaimana kami melakukan streamlining. Nah, result-nya sekarang sudah 274 perusahaan yang kita lakukan streamlining,” tutur dia.
Beberapa nama BUMN yang disebut dalam proses konsolidasi ialah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang akan memangkas 34 anak usaha.
Kemudian, Holding BUMN Asuransi, Penjaminan, dan Investasi Indonesia Financial Group (IFG) akan memangkas 12 entitas bisnis dalam ekosistemnya.
Lalu, PT Pupuk Indonesia (Persero) yang akan memangkas 42 entitas bisnisnya. Sehingga, dari 57 perusahaan, hanya akan tersisa 15 perusahaan.
