Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

RI Kuasai 1,25 Persen Produk Kerajinan Tangan di Dunia

RI Kuasai 1,25 Persen Produk Kerajinan Tangan di Dunia
Kerajinan tangan (Instagram Kementerian Perindustrian)

Jakarta, IDN Times - Indonesia menguasai 1,25 market share  atau pangsa pasar untuk produk-produk industri kerajinan di dunia. Produk ini menjadi salah satu sektor yang penyumbang ekspor

“Saat ini, Indonesia memegang market share sekitar 1,25 persen dari pangsa pasar kerajinan dunia,” kata Direktur Industri Aneka dan IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kementerian Perindstrian (Kemenperin) Alexandra Arri Cahyani, dilansir dari Antara, Kamis (8/2/2024).

Data TradeMap.org pada September 2023 menunjukkan total nilai ekspor kerajinan Indonesia ke dunia mencapai 603,956 juta dolar AS. 

  1. 1.Salah satu penyumbang ekspor

    Ilusteri perdagangan ekspor dan impor
    Ilusteri perdagangan ekspor dan impor

    Alexandra mengatakan bahwa industri kerajinan merupakan salah satu sektor industri yang berperan menyumbang ekspor. Dalam catatan Kemenperin, kinerja ekspor Indonesia ke negara Eropa mencapai 129,182 juta dolar AS.

    Adapu  negara-negara tujuan ekspor produk kerajinan tangan asal Indosnia terbanyak ke Belgia, Belanda, dan Jerman. Kerajinan tangan yang diekspor dalam bentuk travelling bags, basketwork, tableware, dan kitchenware.

  2. 2.Industri kerajinan berpeluang tumbuh positif

    Kerajinan tangan (Instagram Kementerian Perindustrian)
    Kerajinan tangan (Instagram Kementerian Perindustrian)

    Menurut Alexandra, industri kerajinan Indonesia berpotensi berkembang dan tumbuh positif karena didukung oleh potensi sumber daya alam Indonesia yang melimpah dan kemampuan perajin dalam mengolah sumber daya alam menjadi produk kerajinan dan dekorasi yang unik.

    "Peluang industri kerajinan Indonesia dapat berkembang lebih besar,” ujarnya.

    Dia mengatakan, industri kerajinan Indonesia juga diproyeksikan dapat mempengaruhi ekonomi nasional. Itu karena sentra industri kerajinan tersebar di seluruh provinsi, di mana penghasil utama kerajinan berasal daerah Bali, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

    "Oleh karena itu, market share ekspor kerajinan Indonesia sangat mungkin untuk tumbuh, dengan potensi pasar dalam dan luar negeri yang cukup besar, serta perkembangan industri Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya," tuturnya.

  3. 3.Pemerintah fasilitasi produk kerajinan tangan untuk berkembang

    Perwakilan Pemerintah RI dan pelaku IKM di Pameran Ambiente 2024 (Kementerian Perindustrian)
    Perwakilan Pemerintah RI dan pelaku IKM di Pameran Ambiente 2024 (Kementerian Perindustrian)

    Kemenperin sebelumnya memfasilitasi 10 industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan lokal mengikuti pameran ternama kelas dunia, yaitu Pameran Ambiente di Messe Frankfurt, Jerman, pada 26-30 Januari 2024 lalu.

    Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita mengungkapkan, sebanyak 10 IKM ikut serta dalam Pameran Ambiente 2024. Adapun para penerima fasilitas, yakni Grandis Home, Bana Andaru Nusantara, Yogya Indo Global, Jawa Classic, Alam Cipta Karya, Hasibuan Design, Abbacraft Multi Kreasi, Art Classic Indonesia, Indorisakti, dan Siji Lifestyle.

    Reni menuturkan, dengan mengikuti pameran tersebut, para pelaku IKM mendapatkan penawaran produk dari para pembeli potensial yang berasal dari Asia, Eropa, hingga Amerika. Nilai permintaan produknya mencapai 457 ribu dolar AS dan nilai penawaran sebesar 775 ribu dolar AS.

    "Ini menunjukkan bahwa Pameran Ambiente membantu meningkatkan ekspor industri kerajinan dan home decor,” ucap Reni.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More