ilustrasi pria sedang bekerja (pexels.com/cottonbro studio)
Kalau kamu tertarik mengejar karier di bidang AI, pendidikan dan kemampuan teknis menjadi salah satu modal penting. Kantenga merekomendasikan ilmu komputer sebagai salah satu jalur pendidikan yang dapat membantumu mendapatkan pekerjaan AI di level awal. Meski lulusan ilmu komputer juga menghadapi tantangan di pasar kerja, bidang tersebut tetap dinilai relevan untuk memasuki pekerjaan AI. Jadi, punya dasar teknis yang kuat masih menjadi nilai tambah ketika perusahaan mencari kandidat.
Namun, gelar saja belum tentu cukup untuk membuatmu menonjol di antara pelamar lainnya. Kantenga juga menyarankan agar kamu memiliki pengalaman bekerja dengan data dan memahami cara menyiapkan serta menggunakannya secara efektif. Kalau belum punya pengalaman kerja, proyek AI yang dikerjakan secara mandiri bisa digunakan untuk membangun portofolio. Dengan begitu, kamu gak cuma menunjukkan bahwa memahami teori, tapi juga bisa memperlihatkan kemampuan menerapkan pengetahuan tersebut dalam sebuah proyek nyata.
Riset LinkedIn menunjukkan bahwa perkembangan AI sedang menciptakan peluang menarik bagi Gen Z dan milenial. Di satu sisi, Gen Z berhasil mendominasi sejumlah pekerjaan AI dengan bayaran tinggi, sementara milenial cukup kuat di posisi AI yang lebih senior. Di sisi lain, pertumbuhan ini juga memperlihatkan adanya kesenjangan pendidikan dan gender yang masih perlu diperhatikan.
Kalau kamu ingin masuk ke bidang ini, peluangnya memang cukup menjanjikan, tapi tetap membutuhkan persiapan. Menguasai teknologi, memahami data, membangun pengalaman, dan memiliki portofolio bisa menjadi langkah awal yang masuk akal. Dunia kerja AI masih terus berkembang, sehingga kemampuan untuk terus belajar juga penting agar kamu gak hanya ikut tren, tapi mampu bertahan ketika kebutuhan industri berubah.