Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Cara Mulai Investasi S&P 500 untuk Pemula, Simak Panduan Lengkapnya

6 Cara Mulai Investasi S&P 500 untuk Pemula, Simak Panduan Lengkapnya
ilustrasi investasi (magnific.com/drobotdean)
  • S&P 500 mencakup sekitar 500 perusahaan besar AS; investor mendapat eksposur melalui ETF atau reksa dana indeks, bukan membeli indeks secara langsung.
  • Sebelum berinvestasi, sesuaikan dengan tujuan, jangka waktu, dan toleransi risiko; diversifikasi tidak menghapus risiko pasar, tracking error, biaya, serta penurunan nilai investasi.
  • Mulai dengan membuka akun di platform yang dipahami regulasi dan biayanya, memilih ETF atau reksa dana indeks, membeli sesuai kemampuan, lalu memantau portofolio berkala.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalau kamu baru mulai mengenal investasi saham, S&P 500 bisa menjadi salah satu instrumen yang menarik untuk dipelajari. Indeks ini berisi sekitar 500 perusahaan besar yang sahamnya diperdagangkan secara publik di Amerika Serikat, sehingga memberikan paparan ke banyak perusahaan sekaligus.

Namun, kamu perlu tahu bahwa membeli S&P 500 secara langsung bukanlah hal yang dilakukan investor, karena yang dibeli biasanya berupa reksa dana indeks atau ETF yang mengikuti kinerja indeks tersebut. Cara memulainya juga sebenarnya gak serumit yang dibayangkan selama kamu memahami produk yang dibeli dan risiko yang menyertainya.

Nah, sebelum memasukkan uang ke instrumen ini, simak enam langkah berikut supaya kamu punya gambaran yang lebih jelas.

  1. 1. Kenali dulu apa itu S&P 500

    ilustrasi investasi, saham, Wall Street, indeks S&P 500
    ilustrasi investasi, saham, Wall Street, indeks S&P 500 (magnific.com/freepik)

    S&P 500 merupakan indeks pasar saham yang mengukur kinerja sekitar 500 perusahaan besar yang terdaftar di Amerika Serikat. Berdasarkan informasi dari S&P Dow Jones Indices, perusahaan-perusahaan yang masuk dalam indeks ini mencakup lebih dari 83 persen kapitalisasi pasar ekonomi Amerika Serikat. Karena terdiri dari banyak perusahaan, investasi yang mengikuti indeks ini bisa memberikan diversifikasi di antara saham-saham perusahaan besar AS.

    Meski begitu, kamu perlu meluruskan satu hal sejak awal: kamu gak benar-benar membeli indeks S&P 500. Untuk mendapatkan eksposur terhadap indeks tersebut, kamu biasanya membeli produk investasi seperti ETF atau reksa dana indeks yang dirancang untuk mengikuti kinerjanya. Jadi, uangmu ditempatkan ke dalam sebuah dana yang berisi saham-saham perusahaan yang menjadi bagian dari indeks tersebut.

  2. 2. Pertimbangkan kelebihan dan risikonya

    ilustrasi berpikir (pexels.com/Budgeron Bach)
    ilustrasi berpikir (pexels.com/Budgeron Bach)

    Salah satu daya tarik S&P 500 adalah diversifikasi yang relatif praktis. Dengan membeli satu produk yang mengikuti indeks tersebut, uangmu bisa tersebar ke banyak perusahaan besar AS tanpa harus membeli saham setiap perusahaan satu per satu. Cara ini juga cocok untuk kamu yang lebih menyukai pendekatan investasi pasif karena gak perlu terus-menerus memilih saham mana yang harus dibeli atau dijual.

    Namun, diversifikasi tersebut bukan berarti investasimu bebas risiko, lho. Investasi S&P 500 tetap memiliki risiko pasar, yaitu kemungkinan harga saham turun dan membuat nilai investasimu ikut berkurang. Selain itu, ada risiko tracking error ketika kinerja dana gak sepenuhnya sama dengan indeks. Biaya, pengeluaran, dan biaya transaksi juga bisa membuat kinerja dana berada di bawah performa indeks yang diikutinya.

  3. 3. Tentukan apakah S&P 500 cocok untukmu

    ilustrasi risiko
    ilustrasi risiko (freepik.com/gpointstudio)

    Sebelum membuka akun dan membeli produk S&P 500, coba sesuaikan investasi ini dengan tujuan keuanganmu. Kamu perlu mempertimbangkan apakah kamu termasuk investor yang lebih nyaman dengan strategi pasif atau justru ingin aktif memilih saham. Selain itu, pikirkan juga seberapa besar risiko yang sanggup kamu terima ketika nilai investasi mengalami penurunan.

    Kamu juga perlu memperhatikan kapan uang tersebut akan digunakan. Investasi saham seperti S&P 500 bisa mengalami naik turun dalam jangka pendek, sehingga sebaiknya jangan menggunakan uang yang dalam waktu dekat akan dipakai untuk kebutuhan penting. Selain itu, performa S&P 500 pada masa lalu gak bisa dijadikan jaminan bahwa investasimu akan memberikan hasil yang sama di masa mendatang. Jadi, pastikan kamu punya tujuan investasi dan jangka waktu yang cukup jelas sebelum mulai berinvestasi.

  4. 4. Buka akun investasi

    ilustrasi investasi saham
    ilustrasi investasi saham (pexels.com/Alesia Kozik)

    Setelah merasa S&P 500 sesuai dengan tujuanmu, langkah berikutnya adalah membuka akun investasi pada perusahaan sekuritas atau platform investasi yang menyediakan akses ke produk tersebut. Dalam proses pendaftaran, kamu biasanya perlu memberikan informasi pribadi, identitas, pekerjaan, penghasilan, serta tujuan dan toleransi risiko investasi. Data tersebut dibutuhkan agar penyedia layanan bisa mengenali profil dan kebutuhan investasimu.

    Untuk investor di Indonesia, kamu juga perlu memperhatikan aspek akses dan regulasi karena produk S&P 500 umumnya berbasis pasar Amerika Serikat. Jangan hanya tergoda karena melihat nama perusahaan besar atau performa indeks yang menarik, tapi pastikan kamu memahami bagaimana platform tersebut bekerja. Kamu juga sebaiknya mengecek biaya transaksi, biaya pengelolaan, ketentuan pembelian, serta aspek pajak yang mungkin berlaku sebelum memasukkan dana.

  5. 5. Pilih ETF atau reksa dana indeks

    ilustrasi pasar saham
    ilustrasi pasar saham (freepik.com/DC Studio)

    Ada dua jenis produk yang umum digunakan untuk mendapatkan eksposur terhadap S&P 500, yaitu ETF dan reksa dana indeks. ETF merupakan kumpulan aset yang diperdagangkan seperti saham, sehingga kamu bisa membeli atau menjual unitnya melalui pasar selama jam perdagangan. Sementara itu, reksa dana merupakan kumpulan investasi yang dikelola oleh perusahaan investasi, dan pembelian unit dilakukan melalui mekanisme yang disediakan pengelola atau platform terkait.

    Setelah menentukan jenis produknya, kamu juga perlu membandingkan berbagai pilihan dana yang tersedia. Beberapa produk yang mengikuti S&P 500 antara lain VOO dari Vanguard, IVV dari iShares, SPY dari SPDR, serta reksa dana indeks seperti VFIAX dari Vanguard dan SWPPX dari Schwab. Jangan hanya melihat nama produknya, ya, tapi perhatikan juga biaya, metode pembelian, kemudahan transaksi, serta seberapa baik produk tersebut mengikuti indeks yang menjadi acuannya.

  6. 6. Lakukan pembelian dan pantau secara berkala

    ilustrasi investasi saham
    ilustrasi investasi saham (freepik.com/freepik)

    Kalau akun sudah tersedia dan produk sudah dipilih, kamu bisa melakukan pembelian pertamamu. Caranya biasanya dengan mencari nama produk atau kode ticker-nya, kemudian menentukan jumlah unit atau nominal dana yang ingin diinvestasikan. Beberapa platform juga menyediakan pembelian pecahan saham atau fractional shares, sehingga kamu gak selalu harus memiliki dana yang cukup untuk membeli satu unit penuh.

    Setelah investasi dilakukan, bukan berarti kamu harus terus mengecek pergerakan harga setiap beberapa menit, lho. Sebaiknya kamu tetap bersabar dan gak memiliki ekspektasi berlebihan terhadap hasil investasi dalam waktu singkat. Meski sifatnya lebih pasif, portofoliomu tetap perlu dipantau secara berkala supaya keputusan investasi tetap sesuai dengan tujuan, toleransi risiko, dan kondisi keuanganmu.

    Investasi S&P 500 bisa menjadi pilihan menarik buat kamu yang ingin mendapatkan eksposur ke banyak perusahaan besar Amerika Serikat tanpa harus membeli saham satu per satu. Prosesnya dapat dimulai dengan memahami indeks, mempertimbangkan risiko, menentukan kesesuaiannya dengan tujuan, membuka akun, memilih produk, lalu melakukan pembelian.

    Meski praktis, bukan berarti investasi ini selalu menghasilkan keuntungan karena nilai saham tetap bisa naik dan turun mengikuti kondisi pasar. Karena itu, jangan menjadikan performa masa lalu sebagai jaminan bahwa hasil yang sama akan kamu dapatkan di masa depan. Hal paling penting, mulai dengan memahami produk yang kamu beli dan gunakan dana yang memang sesuai dengan kemampuan serta rencana keuanganmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More