Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rupiah Dibuka Lesu ke Rp17.873 per Dolar AS
Ilustrasi uang rupiah dan dolar Amerika Serikat terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
  • Rupiah dibuka melemah 12 poin atau 0,07 persen ke Rp17.873 per dolar AS pada perdagangan Rabu, menurut data Bloomberg.
  • Sejumlah mata uang Asia turut melemah, sementara dinamika geopolitik Timur Tengah memberi sinyal beragam bagi pergerakan rupiah.
  • Investor menunggu data inflasi AS dan tinjauan MSCI; rupiah diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp17.750-Rp17.850 per dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rupiah dibuka melemah jadi Rp17.873 untuk satu dolar AS pada Rabu. Uang dari Thailand, China, India, Filipina, Korea, dan Singapura juga melemah. Orang-orang pasar masih melihat keadaan di Timur Tengah. Mereka juga menunggu data harga di Amerika dan kabar dari MSCI. Rupiah diperkirakan bergerak antara Rp17.750 sampai Rp17.850 hari ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah pada level Rp17.873 per dolar AS pada perdagangan Rabu(12/08/2026)

Berdasarkan Bloomberg, rupiah dibuka melemah 12 poin atau 0,07 persen dibandingkan penutupan kemarin.

1. Deretan mata uang di Asia yang melemah

Daftar mata uang di Asia bergerak melemah dengan rincian

  • Bath Thailand melemah 0,06 persen

  • Yuan China melemah 0,01 persen

  • Rupee India melemah 0,15 persen

  • Pesso Filipina melemah 0,17 persen

  • Won Korea melemah 0,30 persen

  • Dolar Singapura melemah 0,09 persen

2. Perkembangan geopolitik Timur Tengah pengaruhi pergerakan rupiah

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, perkembangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah.

Menurut dia, laporan dari Pakistan mengindikasikan bahwa proses menuju kesepakatan damai kembali menunjukkan perkembangan positif. Namun, Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz belum akan dibuka sebelum sejumlah persyaratan terpenuhi.

"Rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif di tengah perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang masih memberikan sinyal beragam," ujar Lukman.

3. Investor cermati pengumuman tinjauan MSCI

Di sisi lain, pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait and see menjelang rilis data inflasi AS pada malam ini. Data tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Dari dalam negeri, investor juga mencermati pengumuman tinjauan MSCI yang berpotensi memengaruhi arus dana asing ke pasar Indonesia. Sebelumnya, MSCI menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor dalam menentukan arah aset domestik.

"Rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS pada perdagangan hari ini," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article