Ekspansi Panas Bumi, Geo Dipa Bidik Pendanaan Lewat Obligasi

- PT Geo Dipa Energi menyiapkan pembiayaan alternatif, termasuk penerbitan obligasi, untuk mendukung ekspansi bisnis panas bumi.
- Obligasi dipilih karena tidak melepas kepemilikan saham seperti IPO; perusahaan hanya berkewajiban membayar kupon kepada pemegang obligasi.
- Penerbitan obligasi masuk RJPP 10 tahun dan masih dikaji untuk waktu, nilai, serta kupon, seiring pengembangan Dieng dan Patuha masing-masing 55 MW.
Bogor, IDN Times - PT Geo Dipa Energi (Persero) menyiapkan skema creative financing atau pembiayaan alternatif untuk memperkuat sumber pendanaan perusahaan. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah penerbitan obligasi.
Direktur Utama Geo Dipa Energi Yudistian Yunis mengatakan, penerbitan obligasi menjadi salah satu alternatif pendanaan yang disiapkan perusahaan untuk mendukung ekspansi bisnis panas bumi.
"(Kami) mulai mencari creative financing, salah satu yang kita siapkan adalah bond yang mau kita lepas," ujar Yudistian, Jumat (2/10/2026).
1. Alasan berencana pilih terbitkan obligasi dibandingkan IPO

Direktur Utama Geo Dipa Yudistian Yunis. (IDN Times/Triyan). Menurutnya, penerbitan obligasi berbeda dengan skema initial public offering (IPO) seperti yang dilakukan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Melalui IPO, sebagian kepemilikan saham perusahaan dilepas kepada investor.
"Kalau bond itu hanya nilai tertentu yang kita mau lepas dan pengelolaan perusahaan masih di dalam kita," katanya.
Sementara melalui penerbitan obligasi, Geo Dipa tidak melepas kepemilikan saham. Perusahaan hanya memiliki kewajiban membayar kupon kepada pemegang obligasi sesuai dengan ketentuan penerbitan.
"Kalau bond seperti yang sudah terjadi banyak, seperti PLN menerbitkannya bond. Jadi dia punya kewajiban untuk menyertakan kuponnya nanti," ujar Yudistian.
2. Rencana penerbitan oblogasi tahun depan

Ilustrasi obligasi (IDN Times/Aditya Pratama) Rencana penerbitan obligasi tersebut telah masuk dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Geo Dipa untuk periode 10 tahun. Namun, perusahaan masih melakukan kajian untuk menentukan waktu penerbitan, nilai emisi, hingga harga atau tingkat kupon yang akan ditawarkan.
"Di tahun depan kita lagi menyiapkan kajiannya, kapan bond-nya dan berapa rencana yang akan kita tawarkan untuk menjadi sumber pendanaan," katanya.
3. Kebutuhan pendanaan diperlukan untuk ekspansi di sektor panas bumi

Instalasi sumur panas bumi milik PT Geo Dipa Energi di dataran tinggi Dieng Desa Pranten, Bawang, Batang, Jawa Tengah. (ANTARA/Anis Efizudin) Terkait target penerbitannya, Geo Dipa masih menghitung besaran penerbitan (size) dan harga obligasi. Setelah kajian tersebut rampung, perusahaan akan menyampaikan rencana penerbitan kepada publik.
"Kalau bond kapan (diterbitkan) size-nya berapa, harganya berapa, itu lagi kita bikin perhitungannya. Nanti kalau ada, kami infokan ke teman-teman media," ujarnya.
Adapun, kebutuhan pendanaan baru tersebut sejalan dengan agenda ekspansi Geo Dipa di sektor panas bumi. Di sisi lain, Geo Dipa juga tengah mengembangkan tambahan kapasitas pembangkit di Dieng dan Patuha. Proyek tersebut mencakup Dieng Unit 2 dan Patuha Unit 2 dengan kapasitas masing-masing sekitar 55 megawatt (MW). Asian Development Bank (ADB) juga mencatat proyek tersebut sebagai bagian dari ekspansi kapasitas pembangkitan panas bumi Geo Dipa sebesar 110 MW.
Saat ini, Geo Dipa telah mengoperasikan pembangkit di Dieng dan Patuha. Berdasarkan laporan keberlanjutan 2024, masing-masing unit memiliki kapasitas terpasang 60 MW.
Dengan ekspansi tersebut, kebutuhan pendanaan Geo Dipa akan semakin besar, terutama untuk pengembangan lapangan, pengeboran sumur, pembangunan pembangkit, serta infrastruktur pendukung. Nantinya, penggunaan dana dari penerbitan obligasi masih akan ditentukan berdasarkan struktur dan prospektus yang disiapkan perusahaan.
"Karena sifatnya bond adalah profilnya Geo Dipa, bisa jadi yang kita taruh apa, prospektusnya apa," ujar Yudistian.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















