Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.948 per Dolar AS
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
  • Rupiah ditutup melemah ke Rp17.948 per dolar AS, turun 27 poin atau 0,15 persen dibanding penutupan sebelumnya.
  • Pelemahan rupiah dipicu meningkatnya konflik di Timur Tengah yang mendorong penguatan dolar AS dan harga minyak dunia.
  • Meski tertekan eksternal, aliran dana asing ke pasar saham dan SBN menjaga optimisme terhadap stabilitas nilai tukar rupiah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pergerakan mata uang Garuda hingga akhir perdagangan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (20/7/2026) sore.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah ke level Rp17.948 per dolar AS atau melemah 27 poin (0,15 persen) dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.

1. Mata uang di Asia bergerak variatif

Pada penutupan perdagangan, mayoritas mata uang di Asia bergerak variatif, ini daftarnya:

  • Rupee India melemah 0,14 persen

  • Pesso Filipina melemah 0,10 persen

  • Ringgit Malaysia menguat 0,01 persen

  • Won Korea menguat 6,52 persen

  • Dolar Taiwan menguat 0,06 persen.

2. Rupiah melemah karena eskalasi konflik Timur Tengah

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini karena meningkatnya konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia sekaligus menguatkan indeks dolar AS.

Meningkatnya tensi geopolitik tersebut memicu pelaku pasar beralih ke aset safe haven. Sehingga memberikan dorongan bagi penguatan dolar AS dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

3. Pelemahan rupiah tidak akan terlalu dalam

Meski demikian, pelemahan rupiah diperkirakan tidak akan berlangsung terlalu dalam. Sentimen positif dari dalam negeri masih menjadi penopang, terutama melalui derasnya aliran dana asing (capital inflow) ke pasar saham maupun Surat Berharga Negara (SBN).

Masuknya dana asing tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan berpotensi membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal.

"Dengan mempertimbangkan kedua sentimen tersebut, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS pada perdagangan hari ini," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article