Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Rp17.936 per Dolar AS
ilustrasi mata uang rupiah (vecteezy.com/tri agung susilo haryono)
  • Rupiah ditutup melemah tipis 19 poin atau 0,11 persen ke level Rp17.936 per dolar AS pada akhir perdagangan Kamis, 23 Juli 2026.
  • Pelemahan rupiah dipicu kenaikan harga minyak akibat tensi geopolitik Timur Tengah, namun diperkirakan terbatas karena sentimen domestik yang membaik.
  • Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di 5,75 persen dan meluncurkan insentif seperti penurunan biaya hedging serta penguatan transaksi LCT untuk menjaga stabilitas rupiah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Mata uang rupiah hingga akhir perdagangan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (23/7/2026) sore. Rupiah parkir di level Rp17.936 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 19 poin atau 0,11 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.

1. Pergerakan mata uang di Asia sore ini

Pada penutupan perdagangan, mayoritas mata uang di Asia bergerak variatif, ini daftarnya:

  • Rupee India menguat 0,04 persen

  • Bath Thailand melemah 0,04 persen

  • Won Korea menguat 7,06 persen

  • Dolar Taiwan menguat 0,15 persen

2. Rupiah melemah secara terbatas

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah karena tekanan terhadap mata uang Garuda berasal dari kenaikan harga minyak dunia yang dipicu meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Meski demikian, pelemahan rupiah diperkirakan berlangsung terbatas seiring membaiknya sentimen domestik dalam beberapa waktu terakhir.

3. Keputusan BI tahan suku bunga acuan cegah pelemahan rupiah

Di sisi lain, keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) di level 5,75 persen dinilai tetap memberikan dukungan terhadap stabilitas nilai tukar. Hal itu karena BI juga meluncurkan sejumlah insentif baru untuk memperkuat rupiah.

Salah satu kebijakan tersebut adalah penurunan biaya transaksi lindung nilai (hedging) valuta asing dengan bank sentral. Selain itu, BI juga mendorong penggunaan mata uang selain dolar AS dalam transaksi internasional melalui penguatan skema Local Currency Transaction (LCT).

Curated For You

Editorial Team

Related Article