Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.933 per Dolar AS Usai Rilis Data PDB
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
  • Rupiah ditutup menguat 94 poin atau 0,52 persen ke Rp17.933 per dolar AS pada perdagangan Rabu, berdasarkan data Bloomberg.
  • Penguatan rupiah sejalan dengan seluruh mata uang Asia, didorong tekanan dolar AS setelah data lowongan kerja JOLTS Amerika Serikat lebih lemah dari perkiraan.
  • Penguatan rupiah diperkirakan terbatas karena pasar berhati-hati pascarilis PDB Indonesia kuartal II-2026 yang tumbuh 5,29 persen secara tahunan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar atau kurs rupiah ditutup menguat tipis pada akhir perdagangan, Rabu (5/8/2024). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat ke level Rp17.933 per dolar AS.

Rupiah tercatat menguat 94 poin atau 0,52 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya.

1. Rincian mata uang di Asia sore ini

Lebih rinci, rupiah tidak menguat sendirian karena semua mata uang di kawasan Asia ikut menguat terhadap dolar AS, beberapa di antaranya:

  • Ringgit Malaysia menguat 0,06 persen 

  • Bath Thailand menguat 0,15 persen 

  • Rupee India menguat 0,23 persen

  • Pesso Filipina menguat 0,69 persen

  • Won Korea menguat 0,27 persen

  • Dolar Taiwan menguat 0,50 persen

2. Alasan rupiah menguat hingga sore ini

Pengamat pasar uang, Lukman Leong, menyatakan rupiah menguat terhadap dolar AS didorong oleh posisi mata uang dolar AS yang sedang tertekan setelah rilis data JOLTS, yakni laporan jumlah lowongan kerja di AS mencatatkan hasil yang lebih lemah dari perkiraan pasar.

Selain itu, dia menyebutkan sentimen positif juga datang dari optimisme bakal dibukanya kembali Selat Hormuz, menyusul munculnya laporan pihak AS dan Iran telah hampir mencapai kesepakatan damai.

3. Rupiah diperkirakan bakal menguat terbatas

Kendati berpeluang melanjutkan tren positif, Lukman menilai potensi penguatan rupiah diperkirakan akan berlangsung terbatas. Dia menjelaskan para pelaku pasar saat ini masih bersikap hati-hati setelah rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 sebesar 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pencapaian ini naik tipis dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,12 persen.

Curated For You

Editorial Team

Related Article