Rupiah Melemah, Ini Siasat Pemerintah Tahan Kenaikan Harga BBM Subsidi

- Pemerintah mendorong peningkatan produksi energi dan kapasitas kilang dalam negeri untuk menjaga ketahanan energi serta menahan dampak pelemahan rupiah terhadap harga BBM subsidi.
- Cadangan BBM nasional, baik subsidi maupun nonsubsidi, diklaim masih aman dan berada di atas batas minimal operasional yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM.
- Harga minyak mentah Indonesia naik menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah, sementara pemerintah terus memantau pasar global demi stabilitas pasokan energi.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah mendorong peningkatan produksi energi dalam negeri di tengah tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar mata uang Garuda kini semakin mendekati level Rp17.900 per dolar AS.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketahanan energi nasional, termasuk menekan dampak terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
Selain mendorong produksi domestik, pemerintah juga menyiapkan kapasitas kilang di dalam negeri sebagai bagian dari upaya menjaga pasokan energi di tengah dinamika global dan fluktuasi nilai tukar.
"Jadi untuk kenaikan harga BBM yang untuk subsidi, ini kan sudah disampaikan, ini menurut perhitungan kita kan ada produksi dalam negeri yang kita dorong itu peningkatan, kilang di dalam negeri pun itu juga kita juga sudah siapkan," kata Yuliot kepada jurnalis di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/5/2026).
1. Cadangan BBM juga diklaim masih aman

Yuliot memastikan stok BBM nasional masih berada di atas batas minimal cadangan operasional yang telah ditetapkan. Menurut dia, cadangan untuk sejumlah jenis BBM seperti Pertalite dan solar CN48 saat ini berada jauh di atas ambang batas minimum.
Selain itu, dia juga memastikan stok BBM nonsubsidi seperti CN51, Pertamax, dan Pertamax Turbo juga disebut dalam kondisi mencukupi untuk kebutuhan nasional.
"Kalau untuk ketersediaan BBM, ini kan kita ada indikator ketersediaan cadangan operasional minimal. Ini cadangan minimal kita, cadangan yang ada saat ini jauh di atas cadangan minimal," ujar dia.
2. Harga minyak mentah Indonesia naik pada April 2026

Pemerintah menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) April 2026 sebesar 117,31 dolar AS per barel. Angka itu naik 15,05 dolar AS dibandingkan Maret 2026 yang berada di level 102,26 dolar AS per barel.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan, kenaikan harga minyak dunia dipengaruhi meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan global. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan harga minyak selama April 2026.
"Peningkatan harga minyak mentah pada April 2026 dipengaruhi oleh berlanjutnya eskalasi konflik geopolitik yang meningkatkan risiko gangguan suplai minyak dunia, terutama terkait kondisi di kawasan Timur Tengah dan Selat Hormuz," kata Laode pada Senin (18/5/2026).
Selain itu, dinamika di Selat Hormuz, kebijakan blokade terhadap pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat (AS), serta serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah ikut memberi tekanan pada pasar minyak global. Pada saat yang sama, pertumbuhan ekonomi Tiongkok sebesar 5 persen secara tahunan pada triwulan I-2026 turut mendorong ekspektasi permintaan minyak dunia.
3. Pemerintah pantau perkembangan pasar minyak global

Meski harga minyak masih berpotensi mengalami tekanan akibat situasi geopolitik, pemerintah menilai terdapat sejumlah faktor yang bisa menahan kenaikan harga lebih lanjut. Beberapa faktor tersebut, antara lain proyeksi penurunan permintaan minyak global pada triwulan II-2026 sekitar 5 juta barel per hari secara tahunan, serta peluang terbukanya kembali jalur diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat.
"Pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar minyak global secara cermat untuk menjaga ketahanan energi nasional serta memastikan stabilitas pasokan energi dalam negeri," ujar Laode.
















