Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pasar mencermati pembicaraan Iran dan Qatar terkait upaya membuka kembali Selat Hormuz. Pembukaan jalur tersebut diharapkan dapat mengurangi gangguan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah.
"Ada harapan bahwa pembicaraan antara Iran dan Qatar dapat membuka kembali Selat Hormuz yang vital dan mengurangi gangguan pasokan akibat perang di Timur Tengah," ujar Ibrahim.
Seorang pejabat senior Iran menyatakan Iran dan Oman tengah memfinalisasi rincian kesepakatan terkait pengelolaan Selat Hormuz. Sebelumnya, Garda Revolusi Iran juga menyebut adanya pembahasan mengenai pembagian akses dan pendapatan dari jalur perairan tersebut.
Perdana Menteri Qatar dijadwalkan berkunjung ke Iran pada Kamis untuk memulai pembicaraan diplomatik guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir enam bulan.
Meski AS telah menghentikan serangan terhadap Iran selama sekitar satu bulan, posisi kedua pihak masih berseberangan. Iran masih menyerang kapal-kapal di kawasan tersebut dan menegaskan Selat Hormuz tidak akan dibuka sebelum AS memenuhi persyaratan Teheran berdasarkan kesepakatan gencatan senjata sementara pada Juni yang akhirnya gagal.