Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rupiah Hajar Dolar AS Hari Ini, Ditutup di Level Rp18.137
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Rupiah menguat 47 poin ke level Rp18.137 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis.

  • Pelemahan dolar AS pasca-pertemuan FOMC menjadi salah satu faktor pendukung penguatan rupiah.

  • Pergerakan saham domestik dan aktivitas investor asing turut menjadi perhatian dalam perdagangan rupiah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
29/10/2026

Rupiah menguat 47 poin atau 0,26 persen dan ditutup di level Rp18.137 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis.

sejak awal tahun

Rupiah tercatat melemah sebesar 8,74 persen terhadap dolar AS.

dalam rentang 52 minggu terakhir

Nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp16.566 hingga Rp18.209 per dolar AS.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Nilai tukar rupiah menguat 47 poin atau 0,26 persen dan ditutup di level Rp18.137 per dolar AS.
  • Who?
    Rupiah, dolar Amerika Serikat, pengamat pasar uang Lukman Leong, investor asing, dan pelaku pasar.
  • Where?
    Perdagangan rupiah di Indonesia, dengan data pergerakan nilai tukar berdasarkan Bloomberg.
  • When?
    Pada penutupan perdagangan Kamis (29/10/2026).
  • Why?
    Pelemahan dolar AS setelah pertemuan FOMC menjadi salah satu faktor yang mendukung penguatan rupiah.
  • How?
    Rupiah menguat dari penutupan sebelumnya di level Rp18.184 menjadi Rp18.137 per dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rupiah menjadi lebih kuat terhadap dolar AS dan ditutup di angka Rp18.137. Lukman Leong bilang dolar AS melemah setelah rapat FOMC, sehingga rupiah ikut terbantu. Saham Indonesia juga diperhatikan investor. Tetapi sejak awal tahun, rupiah masih melemah 8,74 persen terhadap dolar AS.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penguatan rupiah pada penutupan perdagangan menunjukkan adanya dukungan dari pelemahan dolar AS pasca-FOMC. Perhatian terhadap saham domestik dan peluang net buy investor asing juga menjadi faktor yang dapat memberikan dukungan tambahan bagi rupiah, meski data year-to-date masih mencatat pelemahan 8,74 persen terhadap dolar AS.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (29/10/2026). Rupiah ditutup di level Rp18.137 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, posisi tersebut menguat 47 poin atau 0,26 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.184 per dolar AS. Rupiah dibuka pada level Rp18.170 per dolar AS.

1. Dolar AS melemah setelah pertemuan FOMC

Pengamat pasar uang, Lukman Leong, menilai pelemahan dolar AS setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menjadi salah satu faktor yang mendukung penguatan rupiah pada penutupan perdagangan hari ini.

FOMC merupakan komite di bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) yang menetapkan kebijakan moneter, termasuk suku bunga acuan. Perkembangan kebijakan The Fed menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat memengaruhi pergerakan dolar AS terhadap mata uang negara lain.

"Rupiah diperkirakan menguat seiring pelemahan dolar AS pasca-FOMC," kata Lukman.

2. Pergerakan saham RI turut jadi perhatian pasar

Pergerakan saham di Indonesia juga menjadi perhatian investor dalam perdagangan rupiah. Lukman menyebut aktivitas investor asing, terutama ketika kembali mencatatkan net buy (pembelian bersih) saham, dapat memberikan dukungan tambahan bagi rupiah.

Net buy terjadi ketika nilai pembelian saham oleh investor lebih besar daripada nilai penjualannya. Sebaliknya, apabila nilai penjualan melampaui pembelian, kondisi tersebut disebut net sell atau jual bersih.

"Fokus pasar masih tertuju pada pergerakan ekuitas domestik," ujar Lukman.

3. Rupiah melemah 8,74 persen sejak awal tahun

Berdasarkan data Bloomberg, sejak awal tahun (year-to-date/ytd), mata uang Garuda tercatat melemah sebesar 8,74 persen terhadap mata uang Negara Paman Sam.

Sementara itu, dalam rentang 52 minggu terakhir, nilai tukar rupiah tercatat bergerak di kisaran Rp16.566 hingga Rp18.209 per dolar AS.

Curated For You

Editorial Team

Related Article