Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

The Fed Tahan Suku Bunga, Voting 10 Banding 2 Jadi Sorotan

4 min read
The Fed Tahan Suku Bunga, Voting 10 Banding 2 Jadi Sorotan
ilustrasi hukum dan kebijakan (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
  • The Fed mempertahankan suku bunga acuan AS di kisaran 3,75–4 persen pada rapat 28 Oktober 2026, dengan hasil voting 10 anggota mendukung dan dua anggota berbeda pandangan.
  • Lisa D. Cook dan Beth M. Hammack mengusulkan kenaikan 25 basis poin menjadi 4–4,25 persen, karena inflasi masih di atas target meski ekonomi AS tumbuh kuat.
  • Mayoritas FOMC memilih menunggu data ekonomi lanjutan; perbedaan suara membuat pasar mencermati inflasi, tenaga kerja, pertumbuhan, serta sinyal kebijakan berikutnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

The Federal Reserve (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan Amerika Serikat pada kisaran 3,75–4 persen dalam rapat 28 Oktober 2026. Keputusan The Fed tahan suku bunga cukup menarik perhatian karena tidak mendapat dukungan bulat dari seluruh anggota yang memiliki hak suara. Hasil voting menunjukkan 10 anggota mendukung keputusan untuk menahan suku bunga, sedangkan dua lainnya menginginkan kenaikan.

Perbedaan pendapat ini menjadi sinyal bahwa para pembuat kebijakan moneter AS masih menghadapi pertimbangan yang sulit. Di satu sisi, perekonomian Amerika Serikat (AS) dinilai masih tumbuh kuat. Di sisi lain, inflasi masih berada di atas target bank sentral sehingga risiko kenaikan harga belum sepenuhnya mereda.

  1. 1. Hasil voting 10 banding 2 menunjukkan adanya perbedaan pandangan

    ilustrasi voting
    ilustrasi voting (pexels.com/Sora Shimazaki)

    Dalam pernyataan resminya, Federal Open Market Committee (FOMC) menyetujui keputusan mempertahankan suku bunga melalui pemungutan suara 10 banding 2. Dua anggota yang berbeda pendapat adalah Gubernur The Fed Lisa D. Cook dan Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth M. Hammack. Keduanya menginginkan kenaikan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase atau 25 basis poin dalam rapat tersebut.

    Dengan demikian, hasil voting ini bukan berarti ada dua anggota yang menolak kenaikan suku bunga, melainkan dua anggota yang justru menginginkan kebijakan lebih ketat dibandingkan keputusan mayoritas. Jika usulan mereka diterapkan, kisaran suku bunga acuan akan naik menjadi 4–4,25 persen. Namun, mayoritas anggota memilih mempertahankan suku bunga sambil menunggu informasi ekonomi lebih lanjut.

  2. 2. Siapa saja yang memiliki hak voting dalam keputusan The Fed?

    Kevin Warsh
    Kevin Warsh (commons.wikimedia.org/The White House)

    Keputusan suku bunga ditentukan oleh FOMC, yaitu komite yang bertanggung jawab menetapkan arah kebijakan moneter AS. Komite ini terdiri atas 12 anggota yang memiliki hak suara: tujuh anggota Dewan Gubernur Federal Reserve, Presiden Federal Reserve Bank of New York, serta empat presiden dari 11 bank sentral regional lainnya yang mendapat giliran voting berdasarkan sistem rotasi.

    Presiden bank sentral regional yang tidak mendapat giliran voting tetap dapat menghadiri rapat, menyampaikan pandangan, dan ikut berdiskusi. Namun, mereka tidak memberikan suara dalam keputusan formal. Sistem ini dirancang agar kebijakan moneter mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional sekaligus perkembangan dari berbagai wilayah AS. Karena itu, hasil voting 10 banding 2 mencerminkan keputusan dari anggota yang memang berhak memberikan suara, bukan seluruh pejabat The Fed yang hadir dalam rapat.

  3. 3. Mengapa sebagian anggota ingin suku bunga dinaikkan?

    ilustrasi suku bunga
    ilustrasi suku bunga (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

    Salah satu pertimbangan utama dalam rapat tersebut adalah inflasi yang masih tinggi. Dalam pernyataan resminya, The Fed menyebut aktivitas ekonomi AS berkembang dengan kuat, belanja domestik tetap tangguh, investasi menunjukkan kinerja solid, dan pertumbuhan lapangan kerja masih sejalan dengan perkembangan angkatan kerja. Kondisi ini memberikan ruang bagi bank sentral untuk tetap waspada terhadap tekanan harga.

    Kenaikan suku bunga dapat membantu menahan inflasi dengan meningkatkan biaya pinjaman sehingga konsumsi dan investasi berpotensi melambat. Dua anggota yang menginginkan kenaikan kemungkinan menilai pengetatan tambahan diperlukan untuk mengendalikan tekanan harga. Meski demikian, hasil voting tidak berarti seluruh anggota lain mengabaikan inflasi. Mayoritas memilih menahan suku bunga sambil mengumpulkan informasi lebih lanjut sebelum menentukan langkah berikutnya.

  4. 4. Apa arti perbedaan voting bagi pasar dan keputusan berikutnya?

    ilustrasi memantau pasar
    ilustrasi memantau pasar (magnific.com/standret)

    Keputusan The Fed dapat memengaruhi pasar keuangan global karena suku bunga AS menjadi salah satu acuan penting bagi investor dalam menilai aset. Perbedaan pendapat di dalam FOMC dapat membuat pelaku pasar lebih memperhatikan data inflasi, tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, dan pernyataan pejabat bank sentral sebelum mengambil keputusan investasi. Namun, hasil voting 10 banding 2 saja tidak cukup untuk memastikan arah dolar AS, saham, emas, atau aset lainnya.

    Bagi Indonesia, kebijakan suku bunga AS juga perlu dicermati karena dapat memengaruhi pergerakan modal global dan nilai tukar rupiah. Jika suku bunga AS naik, aset berdenominasi dolar dapat menjadi lebih menarik bagi sebagian investor, meskipun dampaknya tetap bergantung pada kondisi pasar dan faktor lain. Untuk rapat berikutnya, keputusan The Fed belum dapat dipastikan hanya dari dua suara yang menginginkan kenaikan. Bank sentral masih akan mempertimbangkan perkembangan data ekonomi dan risiko inflasi sebelum menetapkan kebijakan baru.

    Keputusan The Fed tahan suku bunga setelah mendapatkan hasil voting 10 banding 2 memperlihatkan bahwa keputusan moneter mereka tidak selalu lahir dari pandangan yang seragam. Mayoritas memilih mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,75–4 persen, sementara dua anggota menilai kenaikan lebih lanjut diperlukan. Bagi investor dan pelaku usaha, hal terpenting saat ini adalah mengikuti perkembangan inflasi serta sinyal kebijakan berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More