Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sambut Reformasi Pasar Modal, Mirae Asset: Investor Jadi Lebih Tenang

Sambut Reformasi Pasar Modal, Mirae Asset: Investor Jadi Lebih Tenang
Ilustrasi Mirae Asset Sekuritas. (IDN Times/Dhana Kencana)
Intinya Sih
  • Mirae Asset menyambut positif reformasi pasar modal oleh OJK, BEI, dan KSEI karena dinilai meningkatkan ketenangan investor ritel melalui keterbukaan informasi kepemilikan saham di atas satu persen.
  • Prisa Ngadianto menyebut Mirae siap belajar dari pengalaman negara lain seperti India dan Hong Kong untuk menyesuaikan implementasi reformasi pasar modal di Indonesia.
  • BEI dan KSEI resmi merilis data kepemilikan saham perusahaan tercatat di atas satu persen guna memperkuat transparansi, tata kelola, serta kepercayaan publik terhadap pasar modal Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI) memandang positif reformasi pasar modal yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Head of Retail Business Support Mirae Asset Sekuritas, Prisa Ngadianto mengatakan, segala macam reformasi seperti penerbitan informasi mengenai kepemilikan saham perusahaan tercatat di atas 1 persen justru baik untuk para investor ritel yang ada di Mirae.

"Kalau di Mirae itu banyaknya kan (investor) retail ya. Itu sebenarnya bagus untuk retail. Jadi sebenarnya itu juga yang bikin nasabah kita juga lumayan tenang lah," kata Prisa di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

1. Mirae bakal belajar dari pasar luar negeri

Sambut Reformasi Pasar Modal, Mirae Asset: Investor Jadi Lebih Tenang
Papan nama Mirae Asset Community Center di Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Prisa menambahkan, reformasi pasar modal yang dilakukan OJK bersama BEI dan KSEI adalah perbaikan yang baik.

Beberapa negara seperti India dan Hong Kong juga telah mengimplementasikan terlebih dahulu apa yang diterapkan untuk pasar modal Indonesia. Oleh karena itu, Prisa mengaku pihaknya siap belajar dari implementasi di luar negeri untuk disesuaikan di Indonesia mengingat Mirae juga beroperasi di luar negeri.

"Jadi kurang lebih kita langsung nanya lah ketika ada kebijakan. Di sana gimana sih dulu? Perubahannya gimana, segala macam. Kita belajar dari mereka. Kita juga ikutin lah apa yang regulator kasih," ujar Prisa.

2. Membantu bisnis Mirae

Sambut Reformasi Pasar Modal, Mirae Asset: Investor Jadi Lebih Tenang
Mirae Asset resmikan kantor cabang di Pluit (23/7).

Prisa pun memastikan, reformasi pasar modal juga bisa menjadi pendorong bisnis Mirae menjadi lebih baik lagi. Hal itu lantaran investor retail yang ada di Mirae punya perasaan lebih tenang dalam menginvestasikan uangnya.

"Kalau sebenarnya melihat dari sisi retail customer ya, terutama saya gitu ya, itu sih sangat mendorong membantu bisnis kami sih. Untuk biar nasabah itu lebih tenang lagi di market," ujar Prisa.

3. BEI-KSEI terbitkan informasi kepemilikan saham di atas satu persen

Sambut Reformasi Pasar Modal, Mirae Asset: Investor Jadi Lebih Tenang
Pjs Dirut BEI, Jeffrey Hendrik (IDN Times/Pitoko)

BEI dan KSEI secara resmi menerbitkan informasi mengenai kepemilikan saham perusahaan tercatat di atas 1 persen. Hal tersebut sejalan dengan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 1/KDK.04/2026 tentang Penetapan PT KSEI dan PT BEI sebagai Penyedia Data Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka Kepada Publik.

"Per sore ini, pada saat pasar sudah tutup, shareholders name di atas satu persen itu sudah bisa diakses oleh publik di website IDX," ujar Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (3/3).

Untuk diketahui, pengungkapan kepemilikan saham menjadi salah satu poin yang diajukan dalam proposal reformasi pasar modal ke MSCI dan Financial Times Stock Exchange (FTSE).

Jeffrey menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari reformasi berkelanjutan dalam memperkuat transparansi dan tata kelola pasar modal Indonesia. BEI dan KSEI berkomitmen untuk terus meningkatkan standar keterbukaan informasi sesuai dengan Global Best Practice, memperdalam kualitas data pasar, serta memastikan terciptanya perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien.

"Dengan tersedianya informasi kepemilikan saham perusahaan tercatat di atas satu persen ini, diharapkan investor dapat memperoleh referensi yang lebih akurat dalam proses pengambilan keputusan investasi, sekaligus memperkuat kepercayaan, integritas dan kredibilitas pasar modal Indonesia," tutur Jeffrey.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More