Sempat Berhenti Operasi, Ribuan Pesawat Airbus Kini Mengudara Lagi

- CEO Airbus, Guillaume Faury meminta maaf atas penundaan pembaruan perangkat lunak pada 6 ribu pesawat A320.
- Otoritas Penerbangan Sipil Inggris menyatakan lalu lintas udara tidak terpengaruh secara serius, namun Jetstar di Australia membatalkan 90 penerbangan.
- Airbus menemukan masalah pada perangkat lunak komputasi pesawat setelah insiden pesawat JetBlue Airways yang kehilangan ketinggian dan mendarat darurat.
Jakarta, IDN Times - Ribuan pesawat Airbus kembali beroperasi normal setelah sempat dihentikan sementara menyusul peringatan radiasi matahari yang dapat mengganggu sistem komputer di dalam pesawat.
Maskapai raksasa yang bermarkas di Prancis ini menyebutkan, ada sekitar 6 ribu pesawat jenis A320 terkena dampak peristiwa itu dan sebagian besar membutuhkan pembaruan perangkat lunak. Selain itu, ada 900 pesawat yang lebih tua membutuhkan komputer pengganti.
Mengutip BBC per Minggu (30/11/2025), Menteri Transportasi Prancis Philippe Tabarot mengatakan, pembaruan perangkat lunak berjalan sangat lancar untuk lebih dari 5.000 pesawat dan kurang dar 100 unit masih memerlukan pembaruan.
1. Permintaan maaf CEO Airbus

CEO Airbus, Guillaume Faury pun meminta maaf atas kondisi yang disebutnya sebagai "tantang dan penundaan logistik" tersebut. Meski begitu, Faury memastikan timnya sedang bekerja sebaik mungkin guna memastikan pembaruan dilakukan secepat mungkin.
Di sisi lain, pada Sabtu (29/11) pagi, beberapa penerbangan Air France menuju dan dari Bandara Charles de Gaulle Paris ditunda atau dibatalkan. Kemudian, American Airlines memperkirakan adanya penundaan operasional dan memastikan sebagian besar pembaruan dilakukan pada Sabtu kemarin.
Sementara Delta Airlines meyakini dampak pembaruan sistem Airbus A320 terhadap operasionalnya akan terbatas.
2. Penerbangan di Inggris tidak terlalu terganggu

Sementara itu, Otoritas Penerbangan Sipil Inggris mengatakan, maskapai penerbangan yang beroperasi di negara itu bekerja sepanjang malam untuk melaksanakan pembaruan dan lalu lintas udara tidak terpengaruh secara serius. Bandara Gatwick London melaporkan "sedikit gangguan", sedangkan Heathrow mengatakan tidak mengalami pembatalan apa pun.
Bandara Manchester menyatakan pihaknya tidak mengantisipasi adanya masalah yang signifikan dan Bandara Luton melaporkan bahwa tidak ada dampak yang diharapkan. Kemudian British Airways dan Air India diketahui tidak terlalu terpengaruh oleh masalah ini.
Di Australia, maskapai berbiaya rendah Jetstar membatalkan 90 penerbangan. Sebagian besar pesawatnya kini telah menjalani pembaruan, tetapi beberapa gangguan diperkirakan akan terjadi sepanjang akhir pekan.
Di sisi lain, Air New Zealand menghentikan sementara pengoperasian pesawat A320-nya, tetapi semua penerbangan kini dilanjutkan kembali setelah pembaruan selesai.
3. Awal mula masalah pembaruan ditemukan Airbus

Airbus menemukan masalah ini setelah pesawat JetBlue Airways yang terbang antara AS dan Meksiko tiba-tiba kehilangan ketinggian dan mendarat darurat pada Oktober silam. Setidaknya 15 orang terluka atas insiden tersebut.
Perusahaan itu mengidentifikasi masalah dengan perangkat lunak komputasi pesawat yang menghitung ketinggian pesawat, dan menemukan bahwa pada ketinggian tinggi, data dapat rusak oleh radiasi intens yang dilepaskan secara berkala oleh matahari.
Selain A320, pesawat terlaris perusahaan tersebut, yakni model A318, A319, dan A321 juga terkena dampak. Pesawat-pesawat tua yang membutuhkan komputer baru tetap tidak beroperasi. Lamanya waktu penggantian akan bergantung pada ketersediaan komputer.



















