Menurut analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi, penguatan dolar AS didorong sentimen positif pelaku pasar terhadap peluang Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR).
“Menurut CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan adanya peluang sekitar 60 PERSEN untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan bank sentral minggu depan,” ujar Ibrahim dalam keterangannya.
Adapun di dalam negeri, Ibrahim melihat adanya sentimen negatif pada risiko stabilitas perekonomian, di tengah tingginya harga minyak dunia yang bisa memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
“Jika penerimaan negara tidak mampu mengimbangi lonjakan pengeluaran subsidi, risiko pelebaran defisit anggaran di atas target meningkat,” tutur Ibrahim.